VIRUS CORONA DI BATAM

Driver Taksi Online Ngadu ke DPRD Batam, Orderan Sepi Susah Bayar Kredit

Driver taksi online dan pengusaha rental mobil mengadukan kondisi mereka ke DPRD Batam setelah covid-19 mewabah.

Driver Taksi Online Ngadu ke DPRD Batam, Orderan Sepi Susah Bayar Kredit
net
Ilustrasi 
Driver Taksi Online Ngadu ke DPRD Batam, Orderan Sepi Susah Bayar Kredit, Berharap Ada Penangguhan
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Driver taksi online dan pengusaha rental mobil mengadukan nasib mereka ke DPRD Batam terkait dampak mewabahnya Covid-19 yang membuat perekonomian mereka kian sulit.
Pasalnya, Covid-19 telah berdampak signifikan terhadap pendapatan driver online di Batam.
Defrizal, misalnya. Seorang driver online yang tergabung di Asosiasi Driver Online (ADO) Kota Batam mengaku, pendapatan rata-rata driver taksi online turun hingga 70 persen dari saat normal sebelum Covid-19 mewabah.
Jika biasanya, Defrizal bisa memperoleh penghasilan minimal Rp 200 ribu, tapi semenjak sepinya pelanggan, penghasilan dia maksimal Rp 125 ribu saja.
Hal ini disebabkan, banyak masyarakat yang memilih berdiam diri di rumah dan sedikit orang yang berani untuk berjalan-jalan keluar.
"Kalau dulu, penghasilan sebulan cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok, dan cicilan. Saat ini cuma bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari saja," ungkap Defrizal, ditemui di kantor DPRD Kota Batam, saat asosiasinya menuntut keringanan kredit kendaraan pada DPRD Kota Batam, Kamis (26/3/2020).
 

I

Pada Kamis ini, pihak pengusaha rental mobil dan driver online di Kota Batam mengajukan permohonan penangguhan sementara pokok dan cicilan angsuran di setiap perbankan dan finance selama wabah Covid-19.
Pertemuan ini diikuti oleh Asosiasi Driver Online (ADO), Forum Driver Online (FORDO), dan Pasremik.
Menurunnya pendapatan driver online di Batam berpengaruh besar terhadap kelangsungan profesi driver yang berjumlah sekitar 2.800 orang di Batam tersebut.
Dari poin-poin peringanan yang didapat dalam rapat bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), driver meminta kepastian realisasi, terutama masalah perpanjangan jangka waktu kredit.
Sebab poin tersebut lebih masuk akal untuk direalisasikan sesegera mungkin.
"Saat ini rata-rata kami masih melakukan cicilan dengan jangka waktu 5 tahun, dan berharap diberikan penangguhan waktu 3 bulan. Kalau hari ini dewan belum bisa ditemui, kami akan ke Astra Credit Company (ACC)," ujar Fahruddin, salah satu driver online. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)
 
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved