VIRUS CORONA DI BATAM

INDUSTRI Wisata Batam Mulai Lumpuh Dihantam Covid-19, Ribuan Karyawan Dirumahkan

Akibat merebaknya wabah corona virus (covid-19), industri parawisata dan transportasi di Batam diperkirakan akan lumpuh.

INDUSTRI Wisata Batam Mulai Lumpuh Dihantam Covid-19, Ribuan Karyawan Dirumahkan
TRIBUNBATAM/ANNE MARIA
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti 

INDUSTRI Wisata Batam Mulai Lumpuh Dihantam Covid-19, Ribuan Karyawan Dirumahkan

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Akibat merebaknya wabah corona virus (covid-19), industri parawisata dan transportasi di Batam diperkirakan akan lumpuh.

Bukan tanpa alasan, angka kunjungan wisata dalam sebulan terakhir terus merosot.

Akibatnya banyak perusahaan hotel and travel dan transportasi tak lagi beroperasi.

"Terjadi pelumpuhan sektor parawisata, banyak hotel tak lagi beroperasi begitu juga transportasi, pengusaha sudah mulai mengeluhkan jumlah kunjungan sementara gaji karyawan harus dibayar," ujar Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti kepada TRIBUNBATAM.id, Jumat (27/3/2020).

Hingga saat ini, Rudi menyebutkan sedikitnya sudah ada sebanyak 1.700-an karyawan yang dirumahkan akibat dampak Covid-19.

"Untuk data rill nya saya belum dapat, kita lagi rekap. Mungkin besok baru bisa saya berikan, soalnya lagi dihimpun," ucapnya.

Yang pasti sudah ada puluhan hotel yang mengeluh dan merumahkan karyawan.

"Ada perusahaan hotel tutup, ada yang tak lagi beroperasi dan bahkan ada yang menerapkan unpaid leaved atau cuti tidak dibayar," ungkap Rudi.

Untuk perusahaan yang bergerak dalam bidang parawisata seperti hotel, transportasi dan travel hampir merata merasakan dampak yang sama.

"Hampir merata saat ini hotel sudah merumahkan karyawan," katanya.

Berbeda hal dengan perusahaan industri manufaktur, sebagian besar perusahaan masih berjalan dan beroperasi seperti biasa.

Meskipun sebagian sudah mulai mengeluhkan.

Namun di tengah kondisi seperti ini, Rudi mengajak agar perusahaan dapat melakukan komunikasi dengan karyawan agar tidak terjadi PHK.

"Apakah nantinya Unpaid Leaved, cuti tidak berbayar atau dirumahkan namun tidak digaji dan mungkin PHK dengan pesangon," katanya. (Tribunbatam.id/Beres Lumbantobing)

Penulis: Beres Lumbantobing
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved