BATAM TERKINI
INI Barang yang Banyak Diburu Warga Batam di Supermarket Selama Social Distancing
Sutris, seorang supervisor sebuah supermarket di Batam mengakui adanya lonjakan pengunjung supermarker sejak tiga pekan terakhir.
INI Barang yang Banyak Diburu Warga Batam di Supermarket Selama Social Distancing
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Belum lama ini, Pemerintah di Indonesia telah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada terhadap wabah virus corona.
Kewaspadaan tersebut dimaksudkan untuk menjaga jarak satu sama lain dengan menjauhi titik keramaian atau istilah kekinian adalah social distancing.
Menanggapi himbauan tersebut, banyak warga yang mulai berburu kebutuhan bahan pokok di beberapa pusat perbelanjaan.
Sutris, seorang supervisor sebuah supermarket di Batam mengakui adanya lonjakan pengunjung supermarker sejak tiga pekan terakhir.
Awal-awal setelah adanya himbauan pemerintah, supermarket kita tidak langsung ramai.
"Namun setelah kira-kira 2 hari, supermarket kita menjadi ramai pengunjung. Bahkan antrian di loket pembayaran menjadi sangat panjang," ujarnya.
Sutris saat ditemui oleh TRIBUNBATAM.id mengatakan, bahwa barang-barang yang paling banyak diburu ialah barang-barang yang merupakan kebutuhan pokok.
"Yang paling banyak dibeli itu biasanya bahan-bahan pangan. Mie instan, gula, minyak, beras termasuk barang-barang yang diburu orang-orang untuk stok di rumah mereka," ujar Sutris.
Sutris menambahkan, kenaikan jumlah pengunjung di supermarket tersebut bertambah sebesar 30 persen dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Tia (32) salah satu pengunjung supermarket tersebut mengatakan selain bahan-bahan makanan, Susu anak dan popok bayi menjadi prioritas dari list belanja rumah tangganya.
"Karena saya punya bayi di bawah 1 tahun, keperluan anak menjadi prioritas juga setelah bahan-bahan pokok seperti beras dan minyak. Saya biasa stok untuk sebulan aja. Kalau kurang ya nanti beli lagi ke supermarket. Stok sewajarnya aja sih, karena kalau berlebihan juga nggak baik," ujar Tia.
Salah satu kasir di supermarket tersebut juga mengatakan bahwa keranjang belanja milik pengunjung biasanya dipenuhi oleh makanan instan serta bahan-bahan pokok.
"Keranjang pengunjung biasanya berisi bahan makanan instan seperti mie dan bumbu dapur. Suplemen dan vitamin juga sering ada di keranjang belanja milik pengunjung," ujarnya.
Sutris mengatakan, beberapa hari ini pengunjung tidak terlalu membludak seperti tiga pekan terakhir.
Meskipun begitu, rata-rata pengunjung yang datang selalu memenuhi keranjang belanjaan mereka.
"Jadi barang-barang selalu kita re-stock ke distributor apabila ditemui sudah habis didalam rak barang", ujarnya.
Menyikapi himbauan pemerintah, sebaiknya masyarakat berbelanja kebutuhan secukupnya dan tidak berlebihan.
Mengingat himbauan pemerintah tersebut tidak memperbolehkan warga untuk panik.
Tetap berwaspada, rutin membersihkan diri serta menghindari keramaian sudah cukup menjadi langkah baik untuk mencegah penyebaran rantai virus Corona.
Aturan Pembatasan Belanja
Untuk menghindari kelangkaan barang dan panic buying, sejumlah supermarket di Batam mulai mengeluarkan aturan baru.
Yakni dengan membatasi jumlah pembelian kebutuhan sehari-hari dan sembako.
Berdasarkan penelusuran TRIBUNBATAM.id, Kamis (26/3/2020) di sejumlah swalayan modern seperti Supermarket Jodoh Center BCS Mall, Top 100, dan Swalayan Ramayana Panbil Mall, aturan sudah diberlakukan.
Di swalayan tersebut sudah memberlakukan pembatasan pembelian untuk beberapa kebutuhan pokok sehari-hari.
Beberapa kebutuhan tersebut seperti beras, minyak goreng, mie instan, gula, dan susu anak.
Sutris, Supervisor Swalayan Jodoh Centre mengakui adanya kebijakan pembatasan pembelian sembako oleh konsumen.
"Untuk mengantisipasi pembelian berlebihan saja, agar merata bagi semua konsumen," ujar Sutris.
Berikut daftar belanja maksimal per item barang per orang dalam sehari di swalayan Jodoh Centre Batam:
Minyak goreng, maksimal 4 liter
Beras, maksimal 25 kilogram
Gula, maksimal 2 kilogram
Mie instan, maksimal 80 bungkus/ 2 dus
"Itu berlaku maksimal untuk satu orang hanya bisa membeli dalam jumlah tersebut dalam satu hari," sebut Sutris.
Hal tersebut pun berlaku bagi konsumen di Top 100 Batam.
Aming, penanggungjawab TOP 100 area Batuaji, Tembesi, dan Tanjung Uncang mengakui saat ini konsumen banyak yang melakukan penyetokan bahan kebutuhan.
Namun pihaknya tetap membatasi jumlah pembelian demi menyeimbangkan stok di antara pelanggan.
"Pasti kita batasi. Jangan nanti karena ada yang lebih mampu membuat yang tidak mampu tak dapat barang, mana boleh. Semua kita bikin merata, ada batas maksimal untuk pembelanjaan," jelas Aming.
Sama halnya yang dikatakan oleh Iskandar selaku Manajer Store Ramayana Panbill Mall.
"Kalau kita di sini memang kebiasaannya tidak banyak yang menyetok belanjaan, hanya untuk kebutuhan bulanan saja," ujarnya.
Hal itu dikarenakan pasar yang ada di Panbill Mall hanya untuk pekerja yang berada di sekitar kawasan Muka Kuning.
"Kita batasi untuk dalam batas wajar saja, tak ada peraturan khusus mengenai itu," tutur Iskandar.(TRIBUNBATAM.id/Rebekha Ashari Diana Putri)