Breaking News
Senin, 27 April 2026

TRIBUN WIKI

Penular Wabah Tipes Pertama Kali Dikarantina 27 Maret 1915

Mary Mallon terpaksa dikarantina seumur hidup mulai 27 Maret 1915 karena dianggap menyebarkan demam tifoid

Tribunnews Wiki
Mary Mallon saat dikarantina 

TRIBUNBATAM.id - Hari ini dalam sejarah, seorang wanita bernama Mary Mallon dikarantina pada 27 Maret 1915 karena dianggap menularkan wabah demam tifoid atau tipes.

Mary merupakan imigran asal Irlandia yang pindah ke Amerika Serikat.

Tahun 1900-1907, ia bekerja sebagai juru masak pada tujuh keluarga di Kota New York City.

Orang-orang di tempat Mary Mallon bekerja banyak yang menderita demam dan diare.

Mary Mallon akhirnya dikarantina pada 1907 dan dibebaskan tiga tahun kemudian.

Namun, ia dikarantina lagi pada 27 Maret 1915 karena dianggap kembali menyebarkan demam tifoid.

Menjadi super-spreader

Mary Mallon lahir pada 23 September 1869 di Cookstown, Irlandia.

Melansir Tribunnews Wiki, ia pindah ke Amerika Serikat pada 1883 dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Biasanya, dirinya bekerja menjadi juru masak.

Pada 1900-1907, ada lebih dari 20 orang menderita demam tifoid di keluarga-keluarga tempat Mary bekerja di New York City dan Long Island.

Penyakit ini sering terjadi setelah Mary bekerja di tempat tersebut.

Setelah ditelusuri, penyakit itu ternyata berasal dari tempat Mary baru saja bekerja.

Namun, Mary telah menghilang.

Pada 1906, para pemilik rumah tempat Mary pernah bekerja menyewa seorang insinyur sanitasi Departemen Kesehatan New York City bernama George Soper.

Dia dan penyelidik lainnya dipekerjakan untuk meneliti wabah dan menyimpulkan wabah tersebut disebabkan air yang tercemar.

Mary terus bekerja dari rumah ke rumah sampai 1907 dan akhirnya bertemu Soper.

Meski Mary sempat melarikan diri, Soper berhasil menangkapnya.

Mary diisolasi di North Brother Island dan dilepaskan tiga tahun kemudian.

Namun, Mary tidak boleh lagi bekerja di bidang yang menangani makanan.[2]

Kembali dikarantina

Setelah dibebaskan, Mary bekerja di laundry atau tempat pencucian.

Namun, karena upahnya sedikit, dia berganti nama menjadi Mary Brown dan kembali bekerja di dapur, termasuk di Rumah Sakit Sloane.

Tipoid kembali mewabah pada 1915 dan Mary kembali dikarantina, kali ini untuk seumur hidup.

Dia kemudian dikaitkan dengan puluhan infeksi dan tiga kematian.

Bahkan, Mary dirumorkan sudah menginfeksi ribuan orang.

Di pulau tempat karantina, Mary rutin dites, tetapi dia tidak peduli pada kondisinya.

Mary juga menolak mengakui hal berbahaya yang dia lakukan ke orang lain.

Selain itu, imigran dari Irlandia ini juga tidak menunjukkan gejala sebagai penular tifoid.

Dia kemudian dikenal sebagai "Typhoid Mary" dan muncul di kamus kedokteran sebagai penular penyakit.

Mary tetap dikarantina di North Brother Island sampai meninggal.

Pada 1932, dia menderita stroke dan tidak dapat berjalan lagi.

Selama enam tahun, dia dirawat di "Rumah Sakit Riverside."

Mary meninggal pada 11 November 1938 dan dikuburkan di St. Raymond's Cemetery.

Demam tifoid atau tifus

Demam tifoid atau yang lebih populer disebut tipes adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thyphi atau Salmonella paratyphi.

Bakteri ini umumnya hidup di air atau makanan yang terkontaminasi.

Selain itu, bakteri ini juga bisa ditularkan dari orang yang terinfeksi.

Melansir Hallo Sehat, demam tifoid atau tipes termasuk infeksi bakteri yang bisa menyebar ke seluruh tubuh dan memengaruhi banyak organ.

Tanpa perawatan yang cepat dan tepat, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi serius yang berakibat fatal.

Orang yang terinfeksi tipes dapat menularkan bakteri melalui feses atau urinenya.

Penyakit ini bisa menular jika orang lain makan makanan atau minum air yang terkontaminasi  dengan urine atau feses yang sudah terinfeksi.

Sering disalahartikan, tipes berbeda dengan tifus. Tifus disebabkan oleh beberapa jenis bakteri Rickettsia typhi atau R. prowazekii. 

Penyakit tifus dibawa oleh ektoparasit, seperti kutu, tungau, dan caplak, kemudian menyerang manusia.

Sumber: TribunnewsWiki
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved