VIRUS CORONA

Ketua HKI Kepri Ungkap Risiko Terburuk Jika Pemprov Tutup Industri Akibat Covid-19

Ketua HKI Kepri mengingatkan hal penting yang harus dipertimbangkan jika kebijakan menutup industri bener-benar direalisasikan.

Tribunjateng.com/Rifqi Gozal
Ilustrasi wanita yang menjadi pekerja pabrik 

TRIBUNBATAM.id, BATAM -  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) dikabarkan mengeluarkan surat edaran untuk menghentikan kegiatan industri di wilayah Kepri.

Menyikapi kebijakan itu, Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepulauan Riau (Kepri), Ok Simatupang menyambut baik kebijakan itu.

Ia menilai, rencana itu merupakan iktikad baik untuk menyelamatkan masyarakat dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Kepri.

Hanya saja, OK mengingatkan hal penting yang harus dipertimbangkan jika kebijakan itu nantinya bener-benar direalisasikan.

"Merumahkan itu boleh saja karena Covid-19 ini ancaman bagi rakyat. Tapi harus ingat kalau pabrik tidak beroperasi, maka perusahaan akan kolaps. Dampaknya akan besar lagi, menyebabkan pengangguran tidak hanya untuk karyawan perusahaan, tapi juga pekerjaan lain seperti tukang ojek dan sebagainya,” ujar Ok, Jumat (27/3/2020).

Sehingga, sebelum menerapkan rencana itu, pemerintah harus benar-benar mempertimbangkan dampak yang akan ditimbulkan.

Sehingga tidak akan menimbulkan kegaduhan lain di tengah keresahan COVID-19 yang melanda.

Dalam hal ini Ok menawarkan alternatif berupa penghentian kegiatan usaha secara bertahap.

Salah satunya bentuk pengurangan jam kerja karyawan di tiap shift kerja mereka.

Dengan begitu, ancaman pengangguran, dan penghentian kegiatan industri akan teratasi.

 Masjid Raya Baiturrahman Sekupang Batam Ditutup Sementara, Antisipasi Penyebaran Covid-19

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved