VIRUS CORONA DI BATAM

Meninggal Karena Terinfeksi Covid-19, MUI Keluarkan Fatwa Pedoman Pengurusan Jenazah Muslim

Seorang muslim yang meninggal karena terinfeksi Covid-19 tetap mendapatkan hak-haknya. MUI mengeluarkan fatwa pedoman pengurusan jenazah terkait ini

Meninggal Karena Terinfeksi Covid-19, MUI Keluarkan Fatwa Pedoman Pengurusan Jenazah Muslim
TRIBUNBATAM.ID/SCREENSHOT
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa Pedoman Pengurusan Jenazah Muslim yang Terinfeksi Covid-19

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali mengeluarkan fatwa terkait pedoman pengurusan jenazah (tahjiz al-jana'iz) seorang muslim yang terinfeksi virus Corona atau Covid-19.

Dalam fatwa nomor 18 tahun 2020 itu, MUI menegaskan jika seorang muslim meninggal akibat virus berbahaya ini termasuk kategori syahid akhirat.

Hal ini tertulis jelas dalam Fatwa MUI yang Tribun Batam terima dari Sekretaris MUI Kota Batam, Muhammad Santoso, Sabtu (28/3/2020).

"Umat Islam yang wafat karena wabah Covid-19 dalam pandangan syara' termasuk kategori syahid akhirat dan hak-hak jenazahnya wajib terpenuhi yaitu dimandikan, dikafani, disalati, dan dikuburkan. Yang pelaksanaannya wajib menjaga keselamatan petugas dengan mematuhi ketentuan-ketentuan protokol medis," tulis MUI dalam ketentuan hukum fatwa nomor 18 tahun 2020.

Dalam fatwa itu, MUI memutuskan penetapan pedoman pengurusan jenazah seorang muslim pasien Covid-19 dalam dua ketentuan.

Pertama ketentuan umum. Dalam ketentuan ini, MUI menjelaskan definisi petugas, syahid akhirat, dan alat pelindung diri (APD).

Kedua yaitu ketentuan hukum. Pada ketentuan ini MUI menjabarkan tata cara pedoman pemandian jenazah hingga pemakaman seorang muslim yang dinyatakan positif terjangkit virus Corona.

(tribunbatam.id/ichwannurfadillah)

Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved