Pertama di Indonesia, Desa Gunungwuled Lockdown 14 Hari, Setiap Keluarga Diberi Rp 50 Ribu per Hari

Lockdown resmi diberlakukan, warga dikarantina di rumah masing-masing selama 14 hari. Agar tetap bisa makan, setiap keluarga ditanggung biaya hidupnya

KOMPAS.COM/Dok. Pemdes Gunungwuled
Keputusan untuk lockdown secara lokal dengan menanggung biaya hidup Rp 50 ribu per keluarga, diambil oleh Pemerintah Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang, Purbalingga, Jawa Tengah. Yang mengalami lockdown bukan satu desa, tetapi hanya satu dusun, yakni Dusun Bawahan. Mereka memutus akses masuk dan keluar di dusun tersebut. Satu-satunya jalan masuk ke dusun dipasang portal untuk menghalau semua kendaraan yang lalu-lalang. 

TRIBUNBATAM.id, PURBALINGGA - Sebuah Desa melakukan Lockdown sekama 14 hari, pintu masuk di tutup dan mereka diberikan belanja oleh Kepala Desa Setiap harinya.

Belanja yang diberikan kepada warga tersebut diambil dari APBDes setempat.

Lockdown resmi diberlakukan, warga dikarantina di rumah masing-masing selama 14 hari. Agar tetap bisa makan, setiap keluarga ditanggung biaya hidupnya Rp 50 ribu per hari.

Pelajar Tewas Ditikam Tetangga Sendiri Saat Hendak Pergi Kondangan, Sempat Cekcok Sebelum Berkelahi

Pria Tewas Bersimbah Darah, Ditemukan Luka Tusukan di Tubuhnya, Pelaku Marah Karena Hal Sepele

KPU Kepri Tunggu Arahan Pusat Soal Penundaan Pilkada Serentak 2020

Keputusan untuk lockdown secara lokal itu diambil oleh Pemerintah Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang, Purbalingga, Jawa Tengah.

Yang mengalami lockdown bukan satu desa, tetapi hanya satu dusun, yakni Dusun Bawahan.

Mereka memutus akses masuk dan keluar di dusun tersebut.

Satu-satunya jalan masuk ke dusun dipasang portal untuk menghalau semua kendaraan yang lalu-lalang.

Agar warganya tetap fokus dan taat dengan program social distancing, Pemdes juga mengalokasikan sejumlah pos di Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) untuk menanggung biaya hidup seluruh warga dusun.

"Betul kami local lockdown satu dusun, Dusun Bawahan," kata Kepala Desa Gunungwuled, Nashirudin Latif, Sabtu (28/3/2020) lalu.

Latif menuturkan, langkah ini diambil menyusul keluarnya hasil swab salah satu warga dusun yang dinyatakan positif virus corona (Covid-19) pada Rabu (25/3/2020).

"Ada satu warga yang baru pulang dari Jakarta dalam kondisi sakit, sempat dirawat di RSUD Goeteng dan dipulangkan karena kondisinya membaik, tapi beberapa hari setelahnya baru keluar hasil swab dan positif Corona," ujarnya.

Latif mengungkapkan, setelah dipulangkan dari rumah sakit, pasien itu diminta untuk karantina mandiri selama tiga hari di rumah.

Halaman
1234
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved