Kisah Angel Di Maria Robek Surat dari Real Madrid Saat Main Piala Dunia 2014

Angel Di Maria merobek surat dari Real Madrid yang memintanya tidak mengambil risiko cedera dan absen di final Piala Dunia 2014

Twitter FIFA
Angel Di Maria Argentina 

TRIBUNBATAM.id, MADRID - Kisah rencana Real Madrid menjual Angel Di Maria kembali mencuat.

Ternyata ada insiden perobekan surat Real Madrid oleh Di Maria kala itu.

Dilansir dari hoal.com, surat dari Real Madrid yang dirobek Angel Di Maria itu terjadi saat pemain Argentina itu sedang mengikut turnamen Piala Dunia 2014 di Brazil.

20 Tahun Jadi Pelatih, Inilah Starting XI Terbaik Jose Mourinho: Tidak Ada Pemain MU

Kasus Corona Meningkat, Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Kota Dijaga Ketat

Pertarungan UFC 249 Lawan Tony Ferguson Tak Kunjung Jelas, Khabib Nurmagomedov Pulang ke Rusia

Angel Di Maria merobek surat dari Real Madrid yang memintanya tidak mengambil risiko cedera dan absen di final Piala Dunia 2014.

Di Maria adalah salah satu tulang punggung Argentina di Brasil namun mengalami cedera otot di babak pertama perempat-final lawan Belgia.

Dia absen di semi-final saat tim Tango menghajar Belanda untuk kemudian jadi penghangat bench di final yang dimenangkan oleh Jerman.

Di Maria mengaku ingin tampil di final melawan pasukan Joachim Low namun Madrid sempat mencoba menghalangi keinginan tersebut.

"Hanya ada tiga orang yang mengetahui kebenarannya yaitu doktor Daniel Martinez, pelatih Alejandro Sabella dan saya," tuturnya pada Telefe.

"Otot saya robek di laga lawna Belgia. Kondisi saya ketika itu 90 persen, kaki saya tidak sepenuhnya siap. Tetapi saya ingin bermain dan tidak peduli jika harus pensiun setelahnya."

"Bermain masih dimungkinkan, bagi saya itu adalah final Piala Dunia, pertandingan final saya."

"Saya tahu Real Madrid ingin menjual saya, kemudian surat itu datang. Daniel menjelaskan itu dari Real Madrid tetapi tidak saya lihat dan saya merobeknya."

"Saya berbicara pada Alejandro dan menjelaskan tidak berada dalam kondisi 100 persen dan saya menangis."

"Saya tahu dia mencintai saya, dia ingin saya bermain, tetapi dia mencari yang terbaik untuk tim."

"Saya hampir mendapat suntikan. Saya ingin mencoba. Tetapi setelah menggelar pertemua dia memutuskan untuk memainkan Enzo Perez."

sumber: goal.com
Penulis: nandrson
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved