Senin, 18 Mei 2026

Warga Sempat Tolak 39 Pekerja China Masuk Bintan Lewat Tanjunguban

Warga Tanjunguban Kabupaten Bintan sempat menolak kedatangan 39 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) China masuk Bintan

Tayang:
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Agus Tri Harsanto
ISTIMEWA
TKA China dilakukan pengecekan suhu tubuh di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Bintan Utara.(Istimewa) 

TRIBUNBATAM.com,BINTAN - Warga Tanjunguban Kabupaten Bintan sempat menolak kedatangan 39 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) China yang akan dipekerjakan di PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI),KEK Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan,Selasa (31/3) kemarin.

Penolakan itu dilakukan warga di saat puluhan TKA China tiba di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Bintan Utara.

Langkah itu dilakukan warga Tanjunguban, Bintan untuk mencegah penyebaran corona virus (covid-19) di pulau Bintan.

Dari informasi yang di dapatkan Tribun di lapangan puluhan TKA china ini tiba di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban sekitar pukul 11.00 Wib dengan menggunakan dua speed boat.

Sebelumnya mereka terbang dari Thailand ke Bandara Soekarno Hatta, Jakarta dan kembali terbang ke Bandara Hang Nadim, Batam.

Bupati Apri Sujadi Marah Dengar Pekerja Asal China Masuk Bintan, Perintahkan Disnaker Mengecek

Setibanya di Batam, puluhan TKA ini langsung menuju pelabuhan speed boat Telagapunggur Batam dan menuju ke Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban.

Puluhan TKA pun sampai dan sejumlah petugas baik Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP), Syahbandar, Imigrasi dan Kepolisian sudah stand by di lokasi.

Para pekerja asing diminta untuk tetap berada di dalam speed boat. Pengurus dan para TKA diminta keluar sekaligus menunjukkan dokumen terkait para pekerja asing.

Setelah itu satu persatu orang yang berada di dalam kapal dilakukan pengecekan mulai dari nakhoda dan awak kapal.

Giliran para TKA dilakukan pengecekan suhu tubuh, sekitar 6 orang pekerja asing memiliki suhu tubuh tinggi.

"Saat di chek ada beberapa TKA yang suhu tubuhnya tinggi, dan mungkin pengaruh suhu di dalam speed boat panas, namun usai diberi minum dan dicek kembali suhu tubuhnya sudah normal,"ucap salah satu petugas KKP di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban.

Salah satu sumber yang tidak ingin namanya di sebutkan menyampaikan, para pekerja berjumlah 39 orang tersebut memiliki surat yang menyatakan sehat yang dikeluarkan pemerintah Phnom Penh, Kamboja.

"Ya SOPnya demikian, mereka ada surat sehat dari Phnom Penh. Sudah kita cek ke pusat, ada,"terangnya.

Ia juga menuturkan, setelah para TKA selesai menjalani pemeriksaan suhu tubuh pekerja asing ini melanjutkan perjalanan keluar pelabuhan menaiki sebuah bus.

Saat itulah ada terdengar suara penolakan dari sejumlah warga yang berada di pelabuhan.

Warga juga sempat mempertanyakan kenapa pekerja asing dibolehkan masuk dan bekerja, sedangkan warga setempat diminta tidak keluar rumah melainkan di rumah.

Sehingga saat itu hampir sempat terjadi ketegangan antara polisi dan warga.

Polisi pun meminta barang-barang bawaan para pekerja asing disterilkan dengan disemprot disinfektan.

Saat itu kemarahan warga sudah tidak terkontrol, dan kita meminta barang-barang bawaan TKA asing disemprot dan disterilkan dan setelah itu mereka di perbolehkan keluar pelabuhan,"ucap salah satu anggota dari kepolisian.

Sementara Kepala Kantor Imigrasi II TPI Tanjunguban, Syahrioma Delavino menuturkan, pihaknya menerima informasi dari masyarakat bahwa ada warga negara asing dari China.

"Dari informasi yang kita dapatkan mereka akan bekerja di Galang Batang.Sedangkan jumlahnys sekitar 39 orang dengan memiliki masing-masing paspor,"ungkapnya.

Syahrioma juga menambahkan, pihaknya akan segera mengecek paspor dan Kartu Izin Tinggal Terbatas TKA itu.

"Nanti kita akan sampaikan hasilnya,jika sudah kita chek,"tutupnya.(als)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved