VIRUS CORONA DI KEPRI

Bisnis Perhotelan di Kepri Goyang Dampak Corona, 24 Hotel Tutup Sementara, Paling Banyak di Batam

Dampak Covid-19, 24 hotel di Kepri tutup sementara atau menerapkan cuti tak berbayar atau PHK. Paling banyak di Batam

TRIBUNBATAM.ID
Tupa Simanjuntak, Ketua PHRI Kepri 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pandemi Covid-19 menghantam berbagai sektor kehidupan baik ekonomi, sosial politik yang ada di Indonesia.

Untuk di sektor perekonomian, dunia pariwisata termasuk yang paling merasakan dampaknya. Dari data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepri, diketahui sebanyak 24 hotel di Kepri menutup sementara hotel atau melaksanakan cuti tidak berbayar atau pemutusan hubungan kerja.

Dari 24 hotel tersebut, jika dirinci sebanyak 17 hotel di Kota Batam menutup sementara hotel atau melaksanakan cuti tidak berbayar atau pemutusan hubungan kerja, sedangkan 7 hotel lainnya berada di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Ketua PHRI Kepri, Tupa Simanjuntak membenarkan, adanya karyawan hotel yang dirumahkan serta penutupan sementara operasional beberapa hotel yang ada di Kepri.

"Sudah semakin banyak yang merumahkan karyawannya dan menutup sementara hotel dan hampir setiap hotel merumahkan sebagian besar karyawannya," jelasnya, Jumat (3/4/2020).

869 Pekerja di Tanjungpinang Dirumahkan, 28 Diputus Kerja Dampak Ekonomi Lesu Karena Corona

Sedangkan beberapa hotel di Kepri, dijelaskan masih memilih bertahan di tengah pandemi Covid-19 dengan berbagai cara.

"Yang masih beroperasi melakukan unpaid leave (cuti yang tidak dibayar), melakukan penghematan energi listrik, air, gas, bahan bakar sampai dengan reschedule hutang dan untuk pelayanan restoran hotel sebagian membuat catering box delivery," jelasnya kepada Tribun Batam.

Sedangkan untuk restoran, sementara ini banyak yang menutup sementara usahanya. Hal itu karena imbauan pemerintah untuk mengurangi keramaian serta penerapan social distancing.

"Yang membuka usahanya untuk saat ini hanya membuat catering box," ujarnya.

Salah satu pengelola usaha perhotelan, General Manager Amarist Hotel Batam, Isak Ismatullah mengeluhkan penurunan drastis pengunjung di hotel yang dikelolanya. Ia juga mengakui banyak hotel di Kota Batam yang menutup sementara usahanya dan ada beberapa hotel yang tetap bertahan.

"Ada beberapa hotel yang tamunya longstay pun revenue tidak menutup," ujarnya.

Sedangkan untuk hotel yang dikelolanya sampai saat masih melakukan operasional karena masih banyak tamu longstay di hotel tersebut. (tribunbatam.id/Alamudin Hamapu)

Penulis: Alamudin Hamapu
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved