Minggu, 10 Mei 2026

Efek Lock Down; Keluarga di Jepang Dijatah BLT Rp 46,7 Juta Mulai Mei 2020

Menteri Ekonomi dan Fiskal Jepang Yasutoshi Nishimura menyebut negera memilih menyelamatkan nyawa warga lebih duku ketimbang stimuli ekonomi

Tayang:
TRIBUNNEWS/HERUDIN
DOKUMEN - Menko Perekonomian Hatta Rajasa (kanan) melakukan pertemuan dengan Senior Vice Minister of Cabinet Office of Japan Yasutoshi Nishimura (dua kanan) membahas program percepatan ekonomi, di Jakarta, Senin (15/7/2013). Pertemuan Menko Perekonomian RI-Jepang tersebut bertujuan mempererat hubungan bilateral, pembangunan insfrastruktur, investasi perdagangan, melalui aspek regulasi perpajakan, ketenagakerjaan, dan kepabeanan. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Lock Down Corona; Mulai Mei 2020, Keluarga di Jepang Dijatah BLT Rp 46,7 Juta 

TRIBUN.BATAM.id, TOKYO —  Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Jumat (3/4/2020) menyetujui pemberian bantuan langsung tunai (BLT) sebesar 300.000 yen atau Rp46,7 juta per keluarga bagi waragya, untuk menghadapi lock down atau karantina total di negara itu.

Talangan dana tunai itu mulai dibagikan per Mei 2020 mendatang.

Dana talangan ini juga bebas pajak.

Keputusan pemberian dana jaminan di masa karantina wabah global Corona Virus.

Melansir South China Morning Post, keputusan ini sudah mendapat persetujuan parlemen Jepang. 

Ekesekutif partai pengusa, Fumio Kishida, menyebut dana talangan ini untuk menutupi menderita penurunan pendapatan tertentu dari pandemi coronavirus.

Sekitar 10 juta dari 58 juta rumah tangga Jepang sudah memenuhi syarat untuk program uang tunai.

Inilah kali pertama  kebijakan BLT Corona diambil setelah perang dunia kedua ini.

Menteri yang bertanggung jawab atas kebijakan ekonomi dan fiskal, menegaskan mendahulukan keselamatan warga dan tidak lagi memikirkan efek ekonomi  negara.

"Jika kita menetapkan batas pendapatan, kita harus memeriksa pendapatan individu, yang akan memakan banyak waktu," kata Menteri Ekonomi Jepang Yasutoshi Nishimura. 

Dia “Alih-alih itu, kita akan menemukan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya (peberian bantuan langsung tunai)”

Total penduduk Jepang tahun 2018 ini adalah 126,8 juta, lebih setengah dari Indonesia 266,7 juta.

Di Jepang, rerata Pendapatan Domestik Bruto (PDB) per tahun warga negara ini USD 5,154 atau setara Rp 86.025.415.

PDB Jepang urutan ketiga di dunia setelah Amerika Serikat (USD 21,439 = Rp 357.8 juta) lalu menyusul China (USD 14,140 = Rp 236,0 juta).

Dibandingkan Indonesia dengan penduduk 266,7 juta jiwa, PDB Indonesia berada di urutan 16 dunia, dengan USD 1,111 = Rp18.5 juta) per tahun.

Sebulan terakhir, Jepang mulai memasuki masa tahap pemulihan kedua, dan konsentrasi di pencegahan level kuning.

 Aktivitas warga berangsur pulih, setelah 2 bulan darurat total sejak akhir Februari 2020 lalu.

Data dari WHO, Jumat (3/4) ini mengkondirmasikan Jepang termasuk negara yang sukses menangani penyebaran wabah ini setelah Singapura, Taiwan dan Hongkong.

Jepang, Singapura dan Hongkong, adalah negara paling awal yang mengkonfirmasi pandemi virus dari China ini.

Angka pertambahan kasus di negara juga relatif landai; 2384 kasus dalam dua bulan, dengan 57 pasien meninnggal.

Bandingkan dengan Indonesia, dengan 1,988 kasus positif dan 181 meninggal dunia.

Fumio Kishida, menyebutkan bantuan Corona ini dialokasikan dari dana negara tambahan, yang diambil dari cadangan devisa dan tabungan negara termakmur ketiga di dunia ini.

Parlemen meminta proses pencairan dana lock down ini tuntas sebelum perayaan awal liburan musim semi, awal Mei 2020 ini.

Parlemen meminta pemerintah tidak menetapkan batas pendapatan rumah tangga untuk pemberian uang tunai.

Nishimura mengatakan bahwa penerima akan dibatasi pada mereka yang menghadapi kesulitan mata pencaharian, dan bahwa pegawai negeri, politisi dan eksekutif perusahaan besar yang belum terpengaruh secara signifikan oleh dampak ekonomi dari wabah virus, misalnya, akan dikeluarkan dari skema.

Abe mengatakan pemerintah akan menyediakan uang tunai "sesegera mungkin" tidak hanya untuk rumah tangga tetapi juga untuk operator bisnis kecil dan menengah yang telah melihat pendapatan mereka turun.

Abe mengatakan paket untuk mengatasi virus corona akan lebih besar dari paket darurat 56,8 triliun yen yang disusun pada April 2009 setelah krisis keuangan global tahun sebelumnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved