VIRUS CORONA DI BATAM

Ketua RT di Batam Mulai Data Warga, Seleksi Penerima Bantuan Sembako Terdampak Covid-19

Warga yang akan mendapat bantuan dari Pemerintah Kota (Pemko) akibat covid-19 sudah mulai didata oleh perangkat Rukun Tetangga

Pixabay
Ilustrasi 

Ia menerangkan, karantina per zona akan dilaksanakan dalam waktu 14 hari sesuai masa inkubasi penyakit Covid-19. Jika dalam masa karantina ada warga yang sakit dengan gejala Covid-18, akan langsung ditangani petugas medis.

"Dengan ini akan mempermudah kami sebagai penyelenggara. Apabila ada yang sakit, kita uji dengan rapid test dulu. Lalu bila perlu dilanjutkan tes swab di pusat," ujarnya.

Sebelum masuk pada kegiatan ini, pihaknya telah memerintahkan lurah hingga RT RW untuk mendata warga yang kelak mendapat bantuan sembako.

Saat karantina berlaku, pemerintah akan menyiapkan kebutuhan pokok pangan bagi masyarakat.

Bantuan yang diberikan berupa 20 kg beras, 3 kg gula pasir, dan 2 kg minyak goreng.

Setiap kepala keluarga menerima satu paket bahan pokok (sembako) untuk memenuhi kebutuhan satu bulan.

"Sembako yang saya berikan, bukan hanya diberikan pada yang tidak mampu tapi juga bagi warga yang terputus pendapatannya seiring kasus ini. Seperti ojek, pengemudi taksi, atau PKL kan berhenti pendapatannya, kami ini masukkan juga untuk dibantu. Maka kami butuh pak lurah RT RW untuk mendata," paparnya.

Menurutnya saat ini BP Batam sedang mengupayakan pengadaan sembako dari luar negeri.

Ketika bahan pokok ini tiba, karantina per zona sudah bisa dilakukan segera.

“Begitu sembako tiba, bisa langsung dikarantina zona pertama. Nanti untuk zona kedua, bisa dari Pemerintah Kota Batam sembakonya. Kalau ini jalan, maka karantina mandiri benar-benar bisa dilakukan. Tujuan memutus mata rantai berkembangnya Covid-19 ini bisa terwujud,” ujarnya.

Namun kebijakan ini Rudi enggan mempersoalkan namanya. Ia menyebutkan hanya ingin mata rantai Covid 19 terhenti.

"Sudah sama tahu, pak Mahfud Menko Pulhukam tengah persiapkan sebuah PP. Untuk namanya, karena pusat belum bikin saya tak bisa sebut apa. yang jelas tugas kami daerah, ingin memotong mata rantai penyebaran covid 19. Bagi saya namanya tidak penting bagi saya, yang penting sekarang penyelesaian ini kami laksanakan," paparnya.

Ia menegaskan, selama masa karantina zona ini perusahaan tetap bisa beroperasi.

Tapi ada kewajiban yang harus dijalankan misal menyiapkan masker, sarana cuci tangan atau hand sanitizer, serta mengatur jarak antar pekerja.

“Untuk yang bekerja silakan tetap bekerja. Jadi yang akan kita tertibkan dalam masa karantina ini adalah warga yang tidak bekerja tapi masih berkeliaran. Kalau tidak ada kegiatan, kita mohon tidak berkeliaran,” katanya. 

Komandan Kodim 0316/Batam, Letkol Inf Ahmad Daud Harahap menjelaskan pembagian zonasi ini untuk mempermudah koordinasi di lapangan. Karena personel yang terbatas.

“Untuk pengamanannya nanti personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP. Memang untuk membuat nol kasus sulit. Tapi menurunkan persentase yang harus dilakukan bersama,” tegasnya. (Tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved