Corona Virus

Mulai 1 Mei, Otoritas Kota China Larang Konsumsi Kucing, Ular, Anjing, Monyet dan Puluhan Hewan Liar

Nama resmi aturan itu "Regulasi Kawasan Ekonomi Khusus Shenzhen tentang Larangan Komprehensif tentang Konsumsi Hewan Liar."

dok_courtesy_SCMP
ILUSTRASI - Grafik hewan liar yang diperdagangan dan dikonsumsi warga China. Perdagangan hewan liar di China termasuk alah satu komoditas ekonomi yang banyak menghidupi warga. Hewan-hewan liar ini diyakini menyebar corona virus dan SarS tahun 2013 lalu. 

TRIBUN-BATAM.id, Shenzhen —  Wabah endemi corona virus disease 2019 (C0VID-19) dari Wuhan, ibukota Provinsi Hubei, membangkitkan kesadaran baru kota-kota lain di China daratan. Inilah awalnya wabah ini dikenal dengan virus Wuhan.

Otoritas pemerintah Kota Shenzhen ibu kota Provinsi Guangdong, China, akan melarang keras konsumsi daging anjing, kucing, tikus, ular, kadal, trenggiling, dan 21 jenis hewan liar lainnya.

Larangan itu akan tertuang dalam bentuk undang-undang yang resmi berlaku 1 Mei 2020 mendatang.

suasana di pasar wuhan
suasana di pasar wuhan (south china morning post)

Dilansir Newsweek, Sabtu (4/4/2020), undang-undang itu akan mengatur detail larangan perdagangan dan konsumsi sekitar 21 jenis hewas mamalia karnovora dan omnivora, dan herbivora yang sejak ratusan tahun menjadi komoditas kuliner dan obat-obatan di negeri Tirai Bambu ini.

Nama resmi aturan itu "Regulasi Kawasan Ekonomi Khusus Shenzhen tentang Larangan Komprehensif tentang Konsumsi Hewan Liar."

Otoritas kota ini dikabarkan sudah mendapat persetujuan dewan kota, semacam DPRD di Guangdong, untuk mendahkan aturan turunan dari Undang Undang Keamanan Pangan, pasca-endemi virus Corona, yang diyakini menular kali pertama di pasar perdagangan hewan liar di Wuhan, provinsi Hubei, sekitar 1.120 km, utara Shenzen. 

Shenzen adalah kota pertama di China Daratan yang mensahkan peraturan level kota dan distrik ini.

Shenzen adalah ibu kota provinsi industri modern terbesar di pesisir selatan China daratan. 

Seperti Kota Batam di Indonesia, pemerintah Republik Rakyat China (RRC) memberikan semacam otoritas pajak, fiskal, dan kewenangan  khusus kepada Shenzhen membuat aturan yang berbeda dengan 31 provinsi lain di China.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sampai saat ini tidak ada bukti jelas yang menunjukkan bahwa hewan peliharaan, seperti kucing dan kucing, dapat menyebarkan virus ke manusia.

Namun, WHO mencatat bahwa perdagangan daging anjing di Cina menyebarkan rabies dan meningkatkan risiko kolera.

ILUSTRASI 0 pandemi_global_corona di dunia
ILUSTRASI 0 pandemi_global_corona di dunia (dok-Tribun)
Halaman
123
Penulis: Putri Larasati Anggiawan
Editor: thamzil thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved