LIGA INDONESIA
Negara Mali Berstatus Lockdown, Pemain Persebaya Makan Konate Tak Bisa Pulang, Tertahan di Surabaya
Konate tidak bisa pulang, karena negara yang dipimpin Presiden Ibrahim Boubacar Keita itu memberlakukan lockdown sejak 26 Maret
TRIBUNBATAM.id, SURABAYA - Sudah mendapat izin untuk pulang ke negara asalnya di Mali, pemain Persebaya Makan Konate ternyata tidak jadi berangkat.
Situasi di negaranya Mali tidak jauh berbeda dan sedang dalam status lockdown, membuat Makan Konate tidak bisa pulang.
Akibatnya pemain berposisi gelandang di Persebaya Surabaya ini tertahan di Surabaya.
• Tak Adil Bagi Liverpool yang Bermain Luar Biasa Musim Ini, Jika Liga Inggris Dihentikan Tanpa Juara
• Meski Conor McGregor Ngotot Ingin Bertarung Melawan Tony Ferguson, Pelatihnya Akan Melarang
• Gary Cahill Sebut Antonio Conte Lebih Hebat dari Maurizio Sarri Saat Latih Chelsea, Ini Alasannya
Saat ini Makan Konate masih bertahan di apartemen yang disediakan oleh manajemen.
Semula, mantan pemain Arema FC ini masih berkumpul bersama David Aparecido da Silva, Mahmoud Eid, dan Aryn Glen Williams.
Namun, ketiga pemain asing Green Force tersebut memutuskan kembali ke negaranya masing-masing.
Konate tidak bisa pulang, karena negara yang dipimpin Presiden Ibrahim Boubacar Keita itu memberlakukan lockdown sejak 26 Maret.
Alhasil tidak ada penerbangan ke negaranya.
“Hingga tadi malam sudah ada 39 kasus. Bahkan bandar udara di Mali sudah menghentikan aktivitas penerbangan,” ujarnya di laman resmi klub.
Pemain kelahiran 10 November 1991 tersebut melakukan karantina mandiri di Kota Pahlawan.
Ia memilih beraktivitas di apartemen, sekaligus melakukan individual training, Konate mengaku tetap bisa berkomunikasi dengan keluarganya melalui fasilitas video call.
“Saya rindu sekali sama istri. Setiap hari saya komunikasi lewat telepon maupun video call sama dia terus."
"Istri tahu situasinya sekarang, dia juga rindu sama saya, Alhamdulillah, istri dan keluarga semua (kondisi) baik. Untuk sekarang saya tetap di apartemen saja latihan,” ungkap mantan pemain Persib Bandung ini.
Sebelumnya, dengan Liga 1 2020 yang terhenti karena wabah Corona, Persebaya Surabaya mengizinkan Aryn Williams kembali ke negara asalnya.
Kemudian disusul David da Silva, Mahmoud Eid hingga Makan Konate yang memilih "mudik" di tengah berhentinya Liga 1.
• Lelang Jersey Pemain Sepakbola Putri Indonesia Sukses Kumpulkan Uang Rp 61.705.000
• Tidak Hanya Fisik, Pelatih Robert Albert Juga Jaga Mood Pemain Agar Selalu dalam Kondisi Bagus
Meskipun diizinkan pulang, Aji Santoso tetap meminta para pemainnya menjaga kondisi agar siap apabila liga kembali berjalan.
Pemain asing Persebaya Surabaya yang pertama kali pulang adalah gelandang Persebaya Surabaya, Aryn Williams.
Ia pulang ke Australia setelah pemerintahnya meminta warganya segera kembali tekait penyebaran virus Corona (Covid-19).
Kepulangan Aryn Williams ke Australia, diikuti oleh dua pemain Persebaya Surabaya lainnya, yakni Mahmoud Eid dan David da Silva yang juga pulang ke negara masing-masing.
Juru taktik tim berjulukan Bajul Ijo itu mengaku memberi kebebasan sepenuhnya, karena untuk jadwal sendiri masih menunggu arahan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
“Saya beri kebebasan untuk pulang karena situasi yang masih belum jelas,” kata Aji Santoso sebagaimana dilansir dari laman Persebaya Surabaya.
“Sementara untuk jadwal tim kami juga mengikuti arahan dari PSSI,” ucapnya.
Meski memberikan izin pulang kampung untuk pemainnya, mantan pelatih Persela Lamongan itu menegaskan agar anak asuhnya tetap menjaga kesehatannya.
Tak lupa, ia juga meminta para pemain tetap berlatih mandiri agar saat berkumpul kembali, pemain dalam kondisi siap.
“Saya meminta agar semua pemain bisa menjaga diri dan tetap sehat sampai semua berkumpul lagi untuk menjalani kompetisi,” ujar Aji Santoso.
“Saya pun mendoakan agar kita bisa segera terbebas dari situasi seperti saat ini,” tutur Aji Santoso.
Persebaya Surabaya sudah menghentikan segala akivitas sepak bola sejak Senin (23/3/2020).
Liga 1 2020 resmi dihentian sementara. Itu sejalan dengan keputusan PSSI yang tertuang dalam surat nomor SKEP/48/III/2020.
Liga 1 dan Liga 2 bisa dilanjutkan setelah tanggal 1 Juli jika kondisi sudah memungkinkan.
Penghentian itu terkait dengan pandemic virus Corona, dimana di Indonesia sudah puluhan korban meninggal.
”Persebaya akan mematuhi keputusan PSSI, ini situasi yang tidak diinginkan semua stake holder sepak bola di Indonesia, baik klub, pemain, pelatih, dan official. Semua pihak harus memahami dan menerima,” kata manajer Persebaya Candra Wahyudi.
Dengan keputusan itu, praktis libur latihan Persebaya akan lebih lama. Aji Santoso bersama seluruh tim pelatih masih memantau situasi terbaru.
”Untuk saat ini, libur di perpanjang per minggu sambil kami memantau situasinya,” katanya.
Untuk menjaga kebugaran para pemainnya, Aji meminta Makan Konate dkk mengirimkan video latihan.
”Para pemain tetap saya kasih tugas untuk melakukan individual training, nantinya pemain wajib mengirimkan video latihan tersebut kepada kami,” papar Aji.
(Tribunnews.com/Gigih)
\\
\\
\\
\\
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Makan Konate Batal Pulang ke Mali karena Lockdown, Pilih Bertahan di Surabaya,