VIRUS CORONA
UPDATE Virus Corona di Dunia (5/4) Pagi: 1,19 Juta Terinfeksi, 246.110 Sembuh, 64.580 Meninggal
Melansir data Worldometers per Minggu (5/4/2020) pagi, tercatat sebanyak 1.196.944 kasus infeksi virus corona di dunia
TRIBUNBATAM.id, NEW YORK - Angka kasus infeksi virus corona jenis baru penyebab Covid-19 masih terus bertambah dari hari ke hari.
Melansir data Worldometers per Minggu (5/4/2020) pagi, tercatat sebanyak 1.196.944 kasus infeksi virus corona di dunia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 246.110 dinyatakan sembuh dari Covid-19, sementara 64.580 orang lainnya meninggal dunia.
• Game Animal Crossing : New Horizon, Game Paling Populer Saat Pandemi Virus Corona
• Pertarungan Melawan Tony Ferguson Batal, Khabib Tak Mau Disalahkan: Dimana Kami Bertarung? Tak Jelas
• Bupati Morowali Utara Diketahui Positif Virus Corona Sehari Setelah Meninggal dan Dimakamkan
Berikut daftar 10 negara dengan jumlah kasus terbesar Covid-19:
Amerika Serikat: 305.820 kasus, 8.395 orang meninggal dunia, total sembuh 14.686
Spanyol: 126.168 kasus, 11.947 orang meninggal dunia, total sembuh 34.219
Italia: 124.632 kasus, 15.362 orang meninggal dunia, total sembuh 20.996
Jerman: 96.092 kasus, 1.444 orang meninggal dunia, total sembuh 26.400
Perancis: 89.953 kasus, 7.560 orang meninggal dunia, total sembuh 15.438
China: 81.639 kasus, 3.326 orang meninggal dunia, total sembuh 76.755
Iran: 55.743 kasus, 3.452 orang meninggal dunia, total sembuh 19,736
Inggris: 41.903 kasus, 4.313 orang meninggal dunia, total sembuh 135
Turki: 23.934 kasus, 501 orang meninggal dunia, total sembuh 501
Swiss: 20.505 kasus, 666 orang meninggal dunia, total sembuh 6.415
• Daftar Harga Smartphone Samsung di Indonesia Saat Ini, Turun dari Harga Saat Peluncuran
• Persita vs Persib Bandung Ditunda, Inilah 11 Pemain yang Pernah Berseragam Persib dan Persita
• Gelandang Persib Bandung Ngaku Rindu Sepakbola, Tapi Apa Daya Tak Bisa Lakukan Apa-apa
Indonesia
Jumlah kasus virus corona di Indonesia per Sabtu (4/4/2020) sore, mengalami penambahan sebanyak 106 kasus.
Dengan demikian, jumlah kasus positif Covid-19 di "Tanah Air" berjumlah 2.092 kasus konfirmasi positif.
Dari jumlah tersebut, jumlah pasien sembuh juga bertambah 16 orang, sehingga total pasien yang dinyatakan sembuh berjumlah 150 orang.
Sementara itu, jumlah pasien yang meninggal juga bertambah sebanyak 10 orang sehingga total korban meinggal dunia berjumlah 191 orang.
Data-data tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan virus corona Achmad Yurianto, Sabtu (4/4/2020).
Penambahan 106 kasus baru tersebar di 9 provinsi, di antaranya yakni Bali, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Dari data yang sama diketahui tidak ada kasus perdana penularan Covid-19 di dua provinsi, yakni NTT dan Gorontalo.
Sehingga sebaran penularan Covid-19 masih berada di 32 provinsi.
Amerika Serikat
Jumlah kasus positif di Amerika Serikat juga terus mengalami penambahan.
Berdasarkan data terbaru, jumlah kasus virus corona di Amerika Serikat telah melebihi 300.000.
Sementara itu, jumlah kematiannya saat ini telah mencapai 8.100 kasus.
Kasus kematian akibat Covid-19 di negara bagian New York telah mencatatkan angka kematian tertinggi di AS dengan jumlah 3.565 kematian.
Dilansir dari Al Jazeera, jumlah tersebut naik 2.935 kasus dari hari sebelumnya dan menjadi penambahan kasus terbesar yang tercatat di sana.
Spanyol
Sementara itu, jumlah kasus virus corona di Spanyol juga mengalami peningkatan.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengumumkan bahwa Madrid akan memperpanjang masa lockdown hingga 25 April.
Hal itu karena jumlah kasus positif yang terus melonjak yakni telah menyentuh angka 126.168 kasus.
Selain itu, angka kematian akibat virus corona di Spanyol juga telah mencapai 11.744 kasus.
Spanyol
Kabar melegakan terjadi di Spanyol, di mana mereka kembali mengumumkan penurunan korban meninggal virus corona selama dua hari beruntun.
Angka kematian memang mengalami peningkatan. Dilansir Sky News Sabtu (4/4/2020), angka mortalitas mencapai 11.744, dari sebelumnya 10.935.
Meski begitu, korban meninggal harian mengalami penurunan di angka 809 dibandingkan 932 yang tercatat pada Jumat (3/4/2020).
Kabar itu terjadi setelah Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez direncanakan bakal mengumumkan perpanjangan masa lockdown.
Adapun total kasus penularan karena virus corona mencapai 124.736 pada Sabtu, sementara hari sebelumnya, infeksi berada di angka 117.710.
Saat ini, angka tersebut membuat Negeri "Matador" menjadi negara dengan kasus penularan tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS).
Selama tiga pekan terakhir, Madrid sudah menerapkan lockdown yang menutup bisnis non-esensial, dan meminta jutaan warganya tinggal di rumah.
Kabar mulai menurunnya mortalitas karena Covid-19 menjadi kabar optimistis di tengah perjuangan sektor kesehatan untuk merawat para pasien.
Para dokter dan perawat di seantero negara mengunggah video di mana mereka memotong kantong plastik menjadi Alat Pelindung Diri (APD).
Tenaga medis mengungkapkan, kondisi mereka lebih buruk dibandingkan sejawatnya di negara lain, di mana ada 15.000 orang yang tak bisa bertugas karena sakit atau mengisolasi diri.
Kementerian kesehatan menerangkan, penularannya mencapai 14 persen di seluruh negara.
Tapi konsentrasi terbesar di Madrid dengan 21 persen.
Video yang viral di media sosial memperlihatkan warga yang mengenakan masker oksigen menunggu di koridor rumah sakit.
Dinas kesehatan Spanyol, seperti Italia, dijalankan oleh pemerintah regional, di mana mereka kesulitan mendapatkan personel maupun APD.
"Ledakan kasus di sini tidak normal. Sejak awal sudah ditangani buruk," keluh Tomas Toranzo, presiden serikat dokter, CESM.
Italia, Spanyol, dan Perancis, tiga negara Eropa yang paling parah terdampak virus corona, mencatatkan lebih dari setengah angka korban meninggal dunia.
\\
\\
\\
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/data-terbaru-kasus-corona-di-dunia-kamis-2-april-2020.jpg)