Bidan Buka Praktik Aborsi di Kamar Hotel, Sudah Berlangsung Setahun, Patok Tarif Rp 1,5 Juta

Penyidik Unit PPA Satreakrim Polrestabes Surabaya, menetapkan, SM (31), oknum bidan asal Sambikerep, Lakarsantri, Surabaya yang mengaborsi wanita usia

Google
Ilustrasi 

Dengan penetapan tersangka sekaligus penahanan, penyidik bakal menguak seluruh praktik aborsi yang dijalankan SM.

Termasuk apakah ada kalangan pelajar yang menggunakan jasanya untuk aborsi.

Dalam pemeriksaan sedikit terungkap, jika SM sudah setahun melakukan praktik ilegal. Nominal yang dibanderol oleh tersangka Rp 1,5 juta.

Uang itu untuk untuk pemberian anestesi, infus dan obat pendorong agar janin keluar.

"Tempat yang dipakai aborsi tergantung kesepakatan pasien dengan SM. Terkadang di rumah atau di hotel," tutur Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran.

Berapa jumlah pasien yang sudah diaborsi selama setahun dan hotel mana saja yang dipakai praktik aborsi? "Belum. Ini masih pemeriksaan terus," tuturnya.

Setelah terjadi transaksi jasa aborsi ilegal itu, pasangan muda dan oknum bidan kemudian bersepakat untuk melakukan aborsi di salah satu hotel di Surabaya," tambahnya.

Terbongkarnya praktik ilegal itu, setelah
SM melakukan praktik ilegalnya terhadap wanita berusia 17 tahun. Usia janin di kandungan saat itu sudah mencapai 20 Minggu.

Pertemuan SM dengan wanita 17 tahun saat itu konsultasi kandungan di tempat praktiknya. Cewek tersebut diantar MZ (32) kekasihnya yang telah menghamilinya.

"Kemudian terjadi pembicaraan yang menjurus pada aborsi. Lantaran pertimbangan faktor kesehatan dan sosial," jelas AKBP Sudamiran melalui Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak, Iptu Harun, Senin (6/4/2020).

Setelah itu, kedua pasangan itu kembali ke rumahnya dan berbincang terkait rencana aborsi. Setelah keduanya sepakat, MZ yang sudah memiliki istri dan dua anak menghubungi SM untuk menanyakan harga.

Halaman
12
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved