Certa Penggali Kubur Jenazah Korban Covid-19, Said: Sedih, Saya Cuma bisa Doa Biar Tidak Tertular

Said ikhlas menanti siang dan malam jika ada jenazah korban Covid-19 untuk dikuburkan

Tribunnews
Said, penggali kubur di salah satu Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jakarta Timur 

TRIBUNBATAM.id - Setiap hari, korban meninggal karena virus corona atau Covid-19 terus bertambah.

Di Ibu kota DKI Jakarta,  ada sekitar 10-15 Jenazah setiap hari harus dimakamkan.

DIbalik semua itu, ada sosok yang juga berjuang sekuat hati dan tenaga untuk memakamkan korban meninggal dari Covid-19.

Tugas penggali makam khususnya bagi jenazah covid-19 cukup berat,  meski dihantui rasa was-was mereka tetap mau menjalankan pekerjannya. 

Berikut kisah Said, salah  satu penggali kubur di salah satu Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jakarta Timur.

Meski khawatir, Said ikhlas menanti siang dan malam jika ada jenazah korban Covid-19 untuk dikuburkan.

Pria berusia 63 tahun ini setia pada profesinya yang sudah dijalankan sejak tahun 1983.

TPU ini menjadi salah satu tempat untuk jenazah korban virus corona (Covid-19).

"Sudah lama saya kerja gini (penggali kubur), dari tahun 83," Said mengawali ceritanya, saat ditemui Sabtu (4/4).

Said terlihat sedang bersantai di pelataran kantor pemakaman tempatnya bekerja.

Ditemani sebuah teko berisi kopi, mengenakan topi yang selalu setia menemani dalam kesehariannya.

Pria paruh baya ini terus tersenyum dan tertawa ketika bercerita tentang pekerjaannya.

Halaman
1234
Editor: Aminudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved