VIRUS CORONA DI BATAM

Pasien 05 Covid-19 di Batam Jalani Karantina di Rumah, Kondisi Umum Stabil, Sempat Nginap di Hotel

Pasien 05 Corona di Batam punya riwayat pergi ke Jakarta, pernah menginap di sebuah hotel di Batam Centre dan kini kondisi sehat dan karantina rumah

ISTIMEWA
Data kasus Covid-19 di Kepri, Minggu (5/4/2020). Terdapat penambahan 1 orang positif Corona di Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pasien 05 positif Covid-19 di Batam memiliki riwayat pergi ke Jakarta.

Namun meski sudah dinyatakan positif, pasien 05 menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

Pasien 05 Covid-19 di Batam merupakan pasien ke-10 di Provinsi Kepulauan Riau hingga Minggu (6/4/2020).

Data dari Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kepri menyatakan, penambahan pasien positif Corona terjadi di Batam.

Sehingga dari 10 kasus positif Covid-19, rinciannya yakni 5 kasus di Batam, 4 di Tanjungpinang, dan 1 di Karimun.

Dari pasien yang positif, 2 pasien di Tanjungpinang dan Karimun dinyatakan sembuh.

Gugus Tugas Covid-19: Disinfektan Hanya Boleh Untuk Barang, Tidak Disarankan Disemprotkan ke Tubuh

Dari lima pasien Covid-19 di Batam, tiga di antaranya meninggal.

Berikut ini adalah pers rilis mengenai riwayat pasien 05 Covid-19 di Batam, Minggu (6/4/2020) malam

 

 

Sesuai Informasi yang diterima pada hari ini dari Badan Penelitian Dan Pengembangan Kementerian kesehatan RI, terhadap Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang pengambilan sample swab PCR nya dilakukan oleh Tim Analis kesehatan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam dan diperoleh kembali kesimpulan 1 (satu) orang laki-laki berumur 49 tahun warga
Kota Batam dengan hasil Terkonfirmasi “Positif”

Sesuai dengan hasil wawancara dengan yang bersangkutan diperoleh informasi bahwa
yang bersangkutan bersama istrinya berangkat ke Jakarta dari Bandara Hang Nadim
Batam menggunakan pesawat udara.

Aktifitas selama di Jakarta yang bersangkutan memiliki tempat usaha di Kawasan
Industri M.2100 Tambun Cibitung yang saat ini telah berhenti sementara produksinya
sehubungan kosongnya ketersedian bahan baku.

Selanjutnya pada Rabu, 18 Maret 2020 yang bersangkutan kembali sendirian ke Batam
melalui Bandara Soekarno-Hatta dan setibanya di Batam sekitar pukul 12.00 WIB
menggunakan taksi menuju rumahnya.

Setelah itu menggunakan kendaraan pribadi yang bersangkutan menuju salah satu hotel di kawasan Batam Centre untuk menginap mengingat rumahnya saat ini sedang dalam proses renovasi.

Pada hari rabu itu juga yang bersangkutan merasakan badannya terasa demam &
meriang yang diatasi dengan meminum Bodrex, dan langsung tidur dihotel tempat
yang bersangkutan menginap.

Pada hari kamis, 19 Maret 2020 yang bersangkutan menjemput istrinya di Bandara
Hang Nadim Batam, mengingat badannya masih terasa meriang dari Bandara yang
bersangkutan pergi IGD RS Swasta yang terletak dikawasan Batam Centre.

Dan setelah dilakukan pemeriksaan ternyata suhu badannya 37,6 C oleh dokter pemeriksa
disarankan untuk berobat langsung ke poli umum, mengingat antriannya lama
akhirnya yang bersangkutan menuju ke RSUD Embung Fatimah Batam dan setelah
diperiksa oleh dokter diberikan resep obat Imunos dan Sanmol yang ditebus di Apotek
Kimia Farma Batam Centre selanjutnya kembali ke hotel untuk beristirahat.

Selama menginap di hotel tersebut yang bersangkutan jarang berinteraksi dengan orang lain
kecuali dengan istrinya sendiri, selanjutnya pada hari sabtu, 21 Maret 2020 yang
bersangkutan chek out dari hotel tersebut untuk tinggal disalah satu rumahnya yang
lain dan menurut yang bersangkutan selama perjalanannya berangkat dari Batam ke
Jakarta dan kembali lagi ke Batam maupun aktifitas di batam selalu menggunakan
masker.


Karena kondisinya belum membaik akhirnya hari selasa, 24 Maret 2020 yang bersangkutan kontrol ke salah satu klinik FKTP Pertama tempatnya biasa berobat, selanjutnya dirujuk ke rumah sakit swasta dimana yang bersangkutan pernah berobat
dan ditempatkan diruang isolasi IGD.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan tindakan diagnostik Rontgen &Laboratorium tidak ditemukan adanya tanda2 kelainan sehingga diperbolehkan pulang dengan diberi obat oral oleh dokter pemeriksa.


Namun demikian pada Jum’at 27 Maret 2020, jam. 14.45 WIB yang bersangkutan kembali mengalami demam yang berkelanjutan disertai pernapasan yang tersengal dan mudah capek, untuk itu oleh istrinya yang bersangkutan dibawa ke IGD Rumah Sakit BP Batam yang kemudian ditetapkan oleh dokter pemeriksa sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 yang selanjutnya dirawat di ruang isolasi Penyakit Infeksi Emerging (PIE).Keesokan harinya Sabtu, 28 Maret 2020 kemudian dilakukan
pemeriksaan Rapid Diagnostict Test (RDT) dengan hasil “Non Reaktif” disertai
pengambilan sample swab PCR oleh Tim Analis BTKL PP Batam yang hasilnya belum
diperoleh pada saat itu mengingat pemeriksaannya dilakukan oleh
BAPELITBANGKES RI di Jakarta.


Setelah dilakukan perawatan secara intensif selama 4 (empat) hari oleh tim medis
RSBP Batam serta ditunjang dengan hasil diagnostik foto rontgen yang hasilnya
semakin baik disertai semakin berkurang dan ringannya gejala klinis yang dirasakan
oleh yang bersangkutan dimana keadaan umumnya juga terlihat semakin membaik dan
stabil. Selanjutnya selasa, 31 maret 2020 dokter penanggung jawab pasien (DPJP)
memperbolehkan yang bersangkutan pulang kerumah dengan catatan harus tetap
melakukan self isolatian/karantina mandiri dirumah, sambil menunggu hasil
pemeriksaan sample swab PCR dari Jakarta.


Sesuai dengan hasil yang diterima oleh kami seperti yang tersebut diawal press
realease ini ternyata hasil swab yang bersangkutan terkonfirmasi positif, sehingga
kami kembali melakukan tracing kepada yang bersangkutan dirumahnya dan didapat
hasil keadaan umum (KU) yang bersangkutan dalam keadaan baik dan stabil bahkan
terlihat semakin sehat, bahkan juga bersangkutan juga hingga saat ini tetap
melaksanakan self isolatian/karantina mandiri dirumahnya dengan didampingi istrinya

Saat ini kami sedang melakukan proses kontak tracing terhadap semua orang yang
ditenggarai telah kontak dengan kasus 05 ini selama yang bersangkutan berinteraksi
dan beraktifitas ditempat tinggal maupun ditempat bekerjanya.
Demikian Press realease ini disampaikan untuk dapat dimaklumi

Wali Kota Batam 

Muhammad Rudi

Berikut ini data Covid-19 di Kepri 5 April 2020

Kasus Corona di Kepri hingga Minggu (5/4/2020)
Kasus Corona di Kepri hingga Minggu (5/4/2020) (ISTIMEWA)

ODP (Orang Dalam Pemantauan)

  • Jumlah ODP: 1946
  • Dalam Pemantauan: 1095
  • Selesai Pemantauan: 851
  • Dalam Proses Lab: 38
  • Hasil Negatif: 110
  • Hasil Positif: 0
Halaman
1234
Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved