Breaking News:

FIFA Hadapi Dakwaan Baru Kasus Suap Pemilihan Tuan Rumah Piala Dunia Rusia 2018 dan Qatar 2022

Jaksa Federal Amerika Serikat menemukan bukti bahwa Rafael Salguero, selaku mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Guatemala, telah menerima suap

AFP PHOTO
Kantor FIFA di Zurich, Swiss. 

TRIBUNBATAM.id, ZURICH - Saat semua insan sepakbola fokus menghadapi krisis pandemi virus corona, kabar buruk datang dari FIFA.

Federasi sepakbola dunia itu, kini menghadapi dakwaan baru terkait kasus suap.

Dakwaan baru kasus suap itu terkait penunjukkan Rusia dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia pada tahun 2018 dan tahun 2022.

PBSI dan BWF Sepakat Indonesia Open 2020 Resmi Ditunda Namun Akan Tetap Digelar Tahun Ini

Tak Mau Ketinggalan, Skype Kini Bisa Dipakai Tanpa Harus Login, Yuk Dicoba

2 Kali Juara All England dengan Pasangan Berbeda, Praveen Jordan Jadi Sorotan: Ini Kelebihannya

Jaksa Federal Amerika Serikat mengklaim dakwaan baru kepada Rusia dan Qatar.

Kedua negara itu diduga melakukan suap untuk mengamankan tiket tuan rumah Piala Dunia.

Dakwaan ini merupakan hasil investigasi yang telah dilakukan sejak lama.

Jaksa Federal Amerika Serikat menduga adanya gurita korupsi di dalam organisasi tertinggi sepakbola dunia tersebut.

Dikutip dari BolaSport.com melansir Sportskeeda, beberapa dugaan telah dilayangkan kepada sejumlah pihak.

Salah satunya adalah kepada mantan Presiden Federasi Sepak Bola Brasil (CBF), Ricardo Teixeira, dan mantan Presiden CONMEBOL yang sudah meninggal, Nicolas Leoz.

Kedua petinggi sepakbola asal Amerika Latin tersebut diduga menerima suap untuk memberikan suara mereka kepada Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Halaman
12
Editor: Mairi Nandarson
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved