VIRUS CORONA

Sejumlah Pakar Sebut Anak-anak Potensial jadi Pembawa Virus Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Sejumlah Pakar Sebut Anak-anak Potensial jadi Pembawa Virus Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi/ Sejumlah Pakar Sebut Anak-anak Potensial jadi Pembawa Virus Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya 

TRIBUNBATAM.id -- Kasus pandemi virus corona atau covid-19 hingga Selasa (7/4/2020) masih menunjukkan perkembangan, baik jumlah pasien terinfeksi, sembuh hingga meninggal dunia.

Dikutip dari Tribunbatam.id dari worldometer, hingga Selasa (7/4/2020) total pasien terinfeksi covid-19 mencapai angka 1.339.548 jiwa.

Dari total 1,3 juta terinfeksi covid-19, 74.395 dinyatakan meninggal dunia karena virus corona.

Sementara 277.852 orang dinyatakan sembuh dari virus corona di belahan negara dunia.

Cepatnya penyebaran Covid-19 di seluruh dunia disebut tak lepas karena kontribusi penularan infeksi virus corona tanpa gejala atau asimptomatik.

Setidaknya, sepertiga dunia harus lockdown karena pandemi Covid-19.

Pemerintah di masing-masing negara juga terus mendesak warganya untuk mematuhi aturan jarak sosial untuk menghambat penyebaran virus corona.

"Ada penularan signifikan oleh orang-orang yang tidak menunjukkan gejala," kata Stephen Morse, ahli epidemiologi di Columbia University, melansir Science Alert, Sabtu (4/4/2020).

Corona Menjalar ke Seluruh Dunia, Kemenristek Sebut Pengembangan Vaksin Minimal Satu Tahun

Gubernur Ucap Syukur RS Galang Beroperasi, Punya Klaster Rawat Pasien Covid-19, Simak Kelebihannya

Satu kelompok potensial yang dapat menjadi pembawa asimptomatik virus corona adalah anak-anak.

Sebab, sejauh ini, anak-anak yang paling jarang mudah terserang virus corona.

Akan tetapi, beberapa dari mereka mungkin mendapatkan infeksi yang sangat ringan, sehingga kemudian menyebarkan virus corona ini.

Prevalensi penularan asimptomatik bukan pertanda baik bagi upaya dalam menahan penyebaran virus corona secara global.

Seperti sebuah artikel yang ditulis Bill Gates yang diterbitkan New England Journal of Medicine.

Halaman
12
Editor: Danang Setiawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved