Buat Meme Dianggap Menghina Presiden, Pria di Tanjungpinang Ditangkap Ditreskrimsus Polda Kepri

Pria ini berurusan dengan polisi setelah memposting meme pada akun media sosial Facebook dengan menyindir kinerja Presiden Joko Widodo.

TribunBatam.id/Istimewa
Postingan yang dibuat Wp di akun media sosial Facebook. Pria 29 asal Tanjungpinang, Provinsi Kepri ini ditangkap anggota Ditreskrimsus Polda Kepri karena diduga menghina Presiden Joko Widodo. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Seorang pria Berinisial Wp (29) di Tanjungpinang ditangkap oleh anggota Subdit V Ditereskrimsus Polda Kepri.

Pria ini berurusan dengan polisi setelah memposting meme pada akun media sosial Facebook dengan menyindir kinerja Presiden Joko Widodo.

Ps.Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Kepri Kompol I Putu Bayu Pati mengatakan, penangkapan yang dilakukan karena ada unsur penghinaan terhadap presiden sebagai kepala negara yang dilakukan oleh Wp (29) yang mengomentari status teman Facebooknya.

Putu menjelaskan, postingan Wp diunggah pada 4 April 2020 lalu dimana ia menggunakan sebuah meme (gambar) untuk mengomentari postingan teman Facebooknya tersebut.

"Dari hasil pemeriksaan Hal itu ia (WP) Maksud dan tujuan pelaku adalah untuk membuat lelucon dengan menyindir kinerja Presiden dan menurut keterangan awal pelaku bahwa ada ketidaksukaan terhadap Presiden Republik Indonesia," sebut Putu Kamis, (9/4/2020).

Tersangka terancam mendekam 6 tahun di sel penjara atau denda Rp 1 Miliar untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Pelaku dijerat dengan Pasal 45a ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) Undang – Undang Repubik Indonesia nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik sebagaimana yang telah diubah dengan Undang – Undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang – Undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan/atau pasal 208 ayat (1) K.U.H.Pidana," ungkapnya.

Putu Juga mengimbau agar masyarakat Kepri Dalam Menggunakan media Sosial agar bijaksana apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini

"Dalam situasi Pandemi Covid-19 dimana seluruh elemen berasatu padu membasmi wabah diharapakan netizen bersosialisasi secara bijak," sebut Putu.

Ia juga mengingatkan Sebelum memposting di pikirkan matang matang terlebih dahulu sehingga tidak menimbulkan kegaduhan atau seperti menghina lambang negara.

"Sudah diatur dalam UU ITE yang siapa yang memberikan ujaran kebencian ada hukumannya," sebut Putu.(TRIBUNBATAM.ID/ALAMUDIN)

Penulis: Alamudin Hamapu
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved