Isi Khotbahnya Dianggap Meresahkan saat Wabah Covid-19, Khatib Jumat Dimintai Keterangan Polisi

khatib berinisial K itu ditangkap lantaran isi khotbah yang disampaikan menyebut bahwa seorang muslim dianggap menjadi kafir jika tidak melaksanakan i

pixabay.com
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNBATAM.id - Polisi mengamankan seorang pria berinisial K usai berkhutbah di sebuah masjid pada Jumat (3/4/2020) lalu.

Langkah itu dilakukan polisi dari Polres Lombok Tengah lantaran isi khotbah yang disampaikan K dianggap sudah meresahkan masyarakat.

LIKE AND FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN BATAM:  

Dilansir dari Kompas.com, Kaur Humas Polres Lombok Tengah Aipda Taufik mengatakan, khatib berinisial K itu ditangkap lantaran isi khotbah yang disampaikan menyebut bahwa seorang muslim dianggap menjadi kafir jika tidak melaksanakan ibadah shalat Jumat.

Padahal, anjuran untuk mengurangi aktivitas ibadah, belajar, dan bekerja di luar rumah selama ini sudah ditekankan pemerintah dan MUI untuk menekan penyebaran virus corona tau Covid-19.

Karena itu, pernyataan yang disampaikan khatib tersebut selain bertentangan dengan anjuran pemerintah juga berpotensi membuat kegaduhan di tengah masyarakat.

"Iya, kami amankan seorang khatib inisial K karena meresahkan masyarakat," kata Kaur Humas Polres Lombok Tengah Aipda Taufik, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (8/4/2020).

Meski sempat dilakukan penangkapan, namun pihaknya mengaku tidak melakukan penahanan dan yang bersangkutan diperbolehkan pulang.

Alasannya, saat dilakukan pemeriksaan itu yang bersangkutan mengakui kesalahannya dan sudah meminta maaf kepada masyarakat atas isi khotbah yang disampaikan.

Sebelumnya, Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Soleh juga telah mengimbau umat muslim untuk mengurangi kegiatan berkerumun di luar rumah saat pelaksanaan ibadah.

Hal itu ditekankan untuk mengurangi penyebaran virus corona.

"Salah satu protokol kesehatan yang harus dijaga bersama minimalisir kerumunan. Dengan demikian, ibadah yang dilaksanakan dengan cara berkerumun seminimal mungkin dilarang dan juga dihindari semata untuk kepentingan itu," kata Asrorun dalam konferensi persnya di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (28/3/2020).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sebut Muslim Menjadi Kafir Jika Tak Shalat Jumat, Seorang Khatib Diamankan Polisi", 

Editor: Aminudin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved