Minggu, 24 Mei 2026

TIPS SEHAT

Cara Ampuh Sembuhkan Asam Urat agar Tak Gampang Kambuh

Asam urat adalah peradangan pada persendian di area kaki (pergelangan kaki, jempol kaki, lutut, dan telapak kaki) serta area tangan

Tayang:
Tribun Medan
Ilustrasi asam urat 

TRIBUNBATAM.id, BATAM -  Asam urat adalah peradangan pada persendian di area kaki (pergelangan kaki, jempol kaki, lutut, dan telapak kaki) serta area tangan (siku, pergelangan tangan, lengan, dan ibu jari).

Asam urat umumnya dapat ditangani dengan obat dari dokter, meski beberapa orang juga masih percaya akan khasiat obat herbal.

Namun, ada beberapa cara mudah yang ampuh menurunkan asam urat tinggi dan mencegahnya agar tak kambuh lagi.

Berikut ulasannya dilansir dari Kompas dalam artikel '5 Cara Menyembuhkan Asam Urat agar Tak Gampang Kambuh'

1. Membatasi konsumsi protein

Ilustrasi: Mengobati Asam Urat Pakai Ramuan Berbahan Dasar Jahe & Lemon, Bisa Juga dengan 5 Langkah Mudah ini
Ilustrasi: Mengobati Asam Urat Pakai Ramuan Berbahan Dasar Jahe & Lemon, Bisa Juga dengan 5 Langkah Mudah ini (iStockphoto)

Dalam kondisi normal, konsumsi zat purin yang banyak terdapat dalam protein boleh mencapai 600-1.000 miligram per hari.

Namun, untuk penderita asam urat konsumsinya dibatasi hanya 120-150 miligram per hari.

Penderita asam urat hanya boleh mengonsumsi asupan protein antara 50-70 gram per hari.

Bila kadar asam urat di atas normal (lebih dari 7mg/dl), Anda sama sekali tidak disarankan mengonsumsi asupan tinggi purin.

Asupan dengan kadar purin sedang masih boleh dikonsumsi, namun takarannya dibatasi.

Konsumsi daging, ayam, dan ikan hanya boleh dikonsumsi 50-75 gram per hari.

Sayur dengan kadar purin tinggi seperti bayam, asparagus, atau kangkung sebaiknya dikonsumsi tak lebih dari 100 gram per hari.

Sedangkan tahu, tempe, dan oncom boleh dikonsumsi maksimal 50 gram per hari.

2. Menambah konsumsi karbohidrat kompleks

Penderita asam urat disarankan mengonsumsi karbohidrat kompleks.

Konsumsi karbohidrat tidak boleh kurang dari 100 gram per hari.

Pilihannya bisa nasi beras meras, ubi, singkong, dan roti gandum. Hindari makanan yang mengandung karbohidrat sederhana sejenis fruktosa seperti permen, gulali, dan sirup.

3. Menyesuaikan asupan dan kebutuhan energi

Penderita asam urat perlu mengetahui dengan pasti jumlah kebutuhan asupan energi atau kalori yang dikonsumsi sehari-hari.

Jumlah tersebut biasanya disesuaikan dengan usia, tinggi badan, berat badan, dan jenis aktivitas sehari-hari.

Pasokan asupan yang terlalu banyak kalori bisa menumpuk dalam tubuh dan memengaruhi kondisi kesehatan secara keseluruhan.

4. Mengurangi konsumsi lemak

Atur porsi lemak agar porsinya hanya 10-15 persen dari total kebutuhan kalori atau energi.

Makanan yang tinggi lemak seperti jeroan, makanan laut, masakan bersantan, gorengan, dan mentega sebaiknya dihindari.

Makanan tinggi lemak dapat menghambat ekskreasi (pengeluaran) asam urat melalui urine.

5. Meningkatkan cairan dan hindari alkohol

Penderita asam urat disarankan untuk banyak mengonsumsi cairan.

Anda sebaiknya minum air putih 2,5 liter atau 10 gelas per hari. Cairan juga bisa didapatkan dari buah-buahan yang mengandung banyak air.

Selain itu, hindari konsumsi minuman beralkohol.

Alkohol dapat meningkatkan asam laktat plasma yang dapat menghambat pengeluaran asam urat dari dalam tubuh.

Kombinasi antara mengonsumsi obat dari dokter dan menjaga perilaku hidup sehat dapat menurunkan kadar asam urat. Dengan kombinasi tersebut, diharapkan asam urat tidak kambuh lagi.

Komplikasi Penyakit Akibat Kadar Asam Urat Tinggi

Di samping itu, Kadar asam urat tinggi ternyata bisa memicu sejumlah komplikasi penyakit jika tak segera diobati.

Berikut ini beberapa komplikasi penyakit akibat asam urat tinggi dan tak segera diobati, dilansir dari GridHealth dalam artikel 'Asam Urat Tak Diobati Bisa Sebabkan Komplikasi Penyakit Gagal Ginjal'.

1. Tophi

Tophi adalah salah satu komplikasi asam urat paling umum yang ditandai dengan penumpukan kristal-kristal di bawah permukaan kulit.

Biasanya, gumpalan ini akan muncul di sekitar pergelangan tangan dan kaki, jari jemari, dengkul, hingga telinga.

Tophi terasa seperti benjolan keras di bawah kulit dan biasanya tidak terasa sakit.

Namun, jika tophi ini sedang membengkak dan asam urat kambuh, maka bisa terasa sangat nyeri.

Bila tidak segera ditangani, gumpalan kristal tadi dapat terus membesar dan menyebabkan kerusakan sendi yang lebih parah.

2. Deformitas sendi

Seiring dengan berkembangnya asam urat, kita mungkin akan melihat adanya perubahan pada bentuk persendian atau yang disebut dengan deformitas sendi.

Asam urat yang tidak diobati, ditambah dengan serangan asam urat terus-menerus, dapat menyebabkan jaringan sendi kita jadi semakin rusak.

Akibatnya, sendi akan keluar dari jalurnya sehingga sulit digerakkan.

3. Batu ginjal

Batu ginjal adalah salah satu komplikasi asam urat yang perlu diwaspadai. Mungkin ada yang bertanya-tanya, apa hubungannya asam urat dengan batu ginjal.

Faktanya, kristal yang menyebabkan asam urat terbentuk dari dalam ginjal.

Semakin lama dibiarkan asam urat tanpa pengobatan, maka kristal tadi dapat menumpuk dan memicu batu ginjal.

4. Sakit ginjal kronis

Ginjal Manusia
Ginjal Manusia (tribun jabar)

Organ ginjal berperan penting untuk membantu mengeluarkan zat toksik, produk limbah (seperti asam urat), dan urine dari dalam tubuh.

Ketika organ vital ini rusak, maka tubuh Moms jadi kehilangan kemampuan untuk menyaring zat-zat buangan tadi dan lama-kelamaan memicu sakit ginjal kronis.

Menurut National Kidney Foundation, penyakit ginjal kronis dan asam urat saling berhubungan.

Orang dengan sakit ginjal kronis akan lebih sering terkena asam urat, sedangkan orang dengan asam urat juga berisiko tinggi terkena sakit ginjal kronis.(*)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul 5 Cara Ampuh Menurunkan Asam Urat Tinggi Tanpa Obat, Salah Satunya Minum Air Putih 10 Gelas Per Hari

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved