Minggu, 3 Mei 2026

BATAM TERKINI

Perusahaan Raksasa Taiwan Pegatron Corporation Beli 10 Persen Saham PT Sat Nusapersada Tbk Batam

Perusahaan raksasa Taiwan, Pegatron Corporation membeli 10 persen saham treasure milik perusahaan manufaktur asal Batam, PT Sat Nusapersada Tbk.

Tayang:
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA PT SAT NUSAPERSADA
Perusahaan raksasa Taiwan, Pegatron Corporation membeli 10 persen saham treasure milik perusahaan manufaktur asal Batam, PT Sat Nusapersada Tbk. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kabar gembira! Perusahaan raksasa Taiwan, Pegatron Corporation membeli 10 persen saham treasure milik perusahaan manufaktur asal Batam, PT Sat Nusapersada Tbk.  

Kabar ini seolah menjadi oase di tengah lesunya perekonomian di Batam setelah dihantam wabah covid-19. 

Presiden Direktur PT Sat Nusapersada Tbk, Abidin, mengatakan pembelian dilakukan melalui Asus Investment co.ltd yang merupakan anak perusahaan dari Pegatron Corporation.

Pegatron Corporation yang bermarkas di Taiwan merupakan perusahaan manufaktur elektronik terbesar kedua di dunia setelah Foxconn.

Transaksi pembelian saham tersebut berlangsung Jumat (3/4/2020) lalu.

Sebanyak 531,43 juta lembar saham PT Sat Nusapersada dengan kode PTSN diborong Pegatron dengan harga Rp 236 per saham, jauh di atas harga saham PTSN di bursa pada hari itu, yaitu Rp 153 per saham. Total nilai transaksi mencapai Rp 125,4 miliar.

“Satnusa merupakan strategic partner Pegatron di Asia Pasifik. Itu artinya, kerja sama Pegatron dan Satnusa yang sudah berjalan selama ini akan semakin baik,” katanya.

Satnusa sendiri sudah menjalin kerja sama dengan Pegatron Corporation sejak Desember 2018 dalam merakit berbagai produk smart home seperti fast router dan high speed modem yang berteknologi tinggi.

Di tahun 2018, Satnusa juga menjual 10% saham hasil buyback kepada Inditeck Technology Hong Kong Ltd yang merupakan anak perusahaan dari Huaqin Telecom Technology Co. Ltd. 

Dimana Huaqin merupakan Original Design Manufacture (ODM) Smartphone dan Laptop terbesar di China.

PT Sat Nusapersada Tbk didirikan pada tahun 1990 yang kini telah menjelma menjadi perusahaan EMS (Electronic Manufacture Service) terbesar di Indonesia yang mempekerjakan lebih dari 7.000 karyawan dan memiliki 15 pabrik yang berlokasi di Batam.

Perseroan memiliki  basis pelanggan ternama didunia seperti Xiaomi, Huawei, Asus, Sony Murata, Pegatron, Huaqin, Imoo, ATI, Epson, dan berbagai pelanggan lainnya.

Perseroan juga memproduksi berbagai produk unggulan seperti Smart home product, Smartphone, Battery Cell, Tablet, Smart watch dan berbagai produk lainnya. 

Transaksi Rp 125,4 Miliar

Terungkap sudah identitas pembeli 531,43 juta lembar saham PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) pada Jumat pekan lalu (3/4).

Saham emiten perakitan gawai yang berbasis di Batam, Kepulauan Riau, itu dibeli oleh Asus Investment Co., Ltd.

Asus Investment sendiri merupakan perusahaan yang berbasis di Taiwan.

Merujuk data kepemilikan efek yang dipublikasikan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), saham sebanyak itu setara 10% saham PTSN.

Jumlah saham ini setara dengan saham treasury yang dimiliki PTSN.

Pada 13 Desember 2019 lalu manajemen Sat Nusapersada mengumumkan rencana penjualan seluruh saham treasury yang dimilikinya.

Abidin Fan, Presiden Direktur  PT Sat Nusapersada saat itu menyebut, pihaknya menunjuk Samuel Sekuritas sebagai perantara transaksi.

Baca Juga: Ada crossing saham, investor asing beli Rp 125,4 miliar saham Sat Nusapersada (PTSN)

Nah, pada transaksi crossing yang berlangsung Jumat pekan lalu, sekuritas yang menjadi perantara adalah Samuel Sekuritas.

Saham PTSN ditransaksikan pada harga Rp 236 per saham, sehingga total nilai transaksinya mencapai Rp 125,4 miliar.

Merujuk pemberitaan KONTAN sebelumnya, biaya perolehan 10% saham treasury PTSN hanya US$ 1,76 juta, setara Rp 28,94 miliar (kurs Rp 16.464 per USD).

Dengan demikian, dari transaksi penjualan saham treasury tersebut PTSN meraup keuntungan Rp 96,5 miliar.

Sementara itu, hubungan antara PTSN dan Asus sudah terjalin cukup lama.

PTSN selama ini sudah merakit sebagian produksi ponsel cerdas Asus di pabriknya yang berlokasi di Batam.

Merujuk laporan keuangan PTSN per 30 September 2019, emiten ini meraup pendapatan cukup besar dari Asus.

Khusus, untuk pendapatan jasa perakitan yang diperoleh dari PT Asus Technology Indonesia, nilai pendapatannya sekitar US$ 1,64 juta, atau sekitar 15% dari total pendapatan jasa perakitan PTSN.

Sementara dari Asus Global Pte Ltd, PTSN memperoleh pendapatan industri sekitar US$ 84,82 juta, setara 41,41% dari total pendapatan industri yang didapat PTSN.

Per 30 September 2019, total pendapatan PTSN mencapai sekitar US$ 271,05 juta.(kn)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved