Breaking News:

Aksi Walikota Ini Bikin Warga Terharu, Cium Kening Penggali Kubur saat Akan Makamkan Jenazah Corona

Pandangan buruk pada jenazah pasien covid-19 itupun coba dihapus oleh sang wakil walikota Pasuruan.

Editor: Aminudin
Kolase Twitter @danaiswara
Penggali Kubur Makam untuk Jenazah Covid-19 

TRIBUNBATAM.id - Pada Jumat (10/4/2020) warga di Kota Pasuruan, Jawa Timur sempat menolak pemakaman jenazah pasien positif Covid-19.

Akibat penolakan, pemakaman jenazah pasien virus corona atau Covid-19 sampai berlarut-larut hingga pukul 01.00 WIB.  

Tak ingin kejadian menyedihkan kembali terjadi, Waki Walikota Pasuruan bertindak memberi contoh baik bagi warganya.

 

Pandangan buruk pada jenazah pasien covid-19 itupun coba dihapus oleh sang wakil walikota Pasuruan.

Melalui kerjasama banyak pihak, akhirnya  jenazah yang datang dari Jakarta tersebut akhirnya dapat dimakamkan di TPU Gadingrejo, Pasuruan.

Iapun menghimbau warganya untuk tidak khawatir dengan kabar mengenai  jenazah pasien virus corona tersebut.

Bahkan ia mengajak masyarakat untuk percaya bahwa penanganan  jenazah tersebut sudah sesuai prosedur kesehatan.

Peristiwa penolakan jenazah pasien covid-19 di Pasuruan terjadi pada hari Jumat (10/4/2020) yang lalu.

Wakil Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo (tengah)  Dok. Pribadi via Harian Kompas
Wakil Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo (tengah)

Penolakan itu lantaran didasari oleh ketakutan warga yang disulut provikasi oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

Insiden penolakan  jenazah covid-19 itu disampaikan oleh pelaksana tugas Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo pada hari Senin (13/4/2020).

“Warga yang takut dan tidak paham kemudian diprovokasi oleh provokator. Oknum yang hanya ingin mencari panggung. Ia menggerakkan anak-anak muda yang dengan mudah digerakkan. Namun, setelah diberi penjelasan dan saya yakinkan, mereka akhirnya mengerti dan menerima pemakaman  jenazah tersebut,” kata Teno, dikutip dari Harian Kompas.

Teno pun menghimbau masyarakat untuk menjunjung nilai-nilai kemanusiaan di saat-saat seperti pandemi ini.

"Tetap junjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Agama kita mengajarkan kita harus memuliakan  jenazah. Kita harus memakamkan  jenazah dengan baik. Mari kita tempatkan, kalau posisi  jenazah itu adalah seperti kita atau keluarga kita,” ujarnya.

Wargapun dimintanya untuk jangan terprovokasi kabar bohong atau hoaks yang beredar.

Sebab Teno menambahkan bahwa penanganan  jenazah covid-19 telah sesuai prosedur kesehatan dan keamanan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved