Senin, 11 Mei 2026

VIRUS CORONA DI BINTAN

Cegah Penyebaran Covid-19 di Kijang, Warga Bintan Timur Minta Pelayaran Pelni Ditutup

Warga Bintan Timur memasang spanduk di depan SPBU Kijang.Warga meminta agar Pelabuhan Sribayintan Kijang ditutup sementara waktu untuk mencegah Corona

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/ALFANDI SIMAMORA
Suasana saat warga memasang spanduk di depan SPBU Kijang, Selasa (14/4/2020) 

TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Warga Bintan Timur memasang spanduk berisi permintaan agar pelayaran kapal Pelni ke Kijang, Bintan, Kepri, ditutup sementara waktu.

Hal ini seperti terlihat di depan SPBU Kijang. Warga membentangkan spanduk bertuliskan 'Kami Masyarakat Meminta Jalur Pelni Pelayaran Tujuan Kijang Ditutup Sementara'.

Warga meminta agar Pelabuhan Sribayintan Kijang segera ditutup, demi mencegah masuknya wabah virus Corona ke Kijang.

Seorang pemuda Bintim, Asri Suherman menyampaikan, mereka meminta akses pintu masuk pelabuhan segera ditutup.

Sebab di tengah wabah virus Corona yang saat ini semakin menyebar di Indonesia, termasuk Provinsi Kepri sendiri, akses pintu masuk pelabuhan masih dibuka.

 Ditengah Pandemi Corona, Pengangguran Dibiayai Pemerintah Rp 3,5 Juta, Ini Syarat & Cara Daftarnya



"Kami meminta instansi terkait segera bertindak untuk menutup sementara akses pelabuhan demi mencegah penyebaran virus Corona di Kijang, Bintan," ujarnya, Selasa (14/4/2020).

Asri juga menyanyangkan Pelabuhan Pelni di Kijang tetap beroperasi. Padahal TNI-Polri, Pemda dan seluruh elemen masyarakat sudah bahu-membahu memerangi wabah Corona.

"Semua jadi percuma kalau pintu masuk pelabuhan juga masih dibuka. Kita tidak pernah tahu, penumpang itu sehat atau tidak saat turun di pelabuhan daerah kami," tuturnya.

Asri bersama sejumlah pemuda yang getol memerangi wabah Corona mendesak agar akses pelabuhan ditutup sementara.

"Kami berharap permintaan kami ini dapat dipenuhi, dan ini kami lakukan demi pencegahan penyebaran Covid-19 di tengah-tengah masyarakat Bintan," ungkap sejumlah warga di lokasi.

Sementara itu perlu diketahui saat ini kondisi di Kabupaten Bintan per tanggal 13 April 2020 dalam kasus Covid-19 sudah 74 orang yang dinyatakan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 15 orang di sejumlah kecamatan yang ada di Bintan. (tribunbatam.id/Alfandi Simamora)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved