TRIBUN WIKI
Penyebaran Covid-19 Lewat Transmisi Lokal Ancam Batam, Simak 3 Langkah Untuk Mengatasinya
3 orang pasien positif Covid-19 terbaru di kota Batam terkonfirmasi sebagai kasus transmisi lokal. Mereka tertular di dalam wilayah Batam. Apa artinya
TRIBUNBATAM.id - Tim Gugus Covid-19 Batam menyebutkan, sebanyak 3 orang pasien baru terkonfirmasi positif Covid-19, Selasa (14/04/2020).
Berbeda dengan kasus-kasus sebelumnya, 3 orang positif ini tidak tertular dari luar wilayah Batam.
Mereka terindikasi sebagai pasien yang mengalami penularan transmisi lokal.
Penularan ini terjadi dari satu orang ke orang lain dalam satu wilayah lokal, tanpa ada riwayat perjalanan ke luar wilayah.
Lantas, apa sebenarnya transmisi lokal itu?
Menurut World Health Organization (WHO), penyebaran suatu penyakit dapat diklasifikasi menjadi tiga cara, yakni imported case, local transmission, dan community transmission.
• GEGARA Ngeyel ke Pasar Tak Pakai Masker, 36 Warga Belakangpadang Batam Dijemur di Lapangan
Penularan imported case terjadi bila seseorang tertular setelah bepergian ke wilayah yang terpapar wabah.
Penularan dengan cara ini banyak terjadi saat awal-awal virus corona mulai mewabah di Indonesia.
Lama kelamaan, penularan virus ini tidak hanya bersumber dari luar wilayah, melainkan juga dari dalam wilayah.
Hal ini terjadi ketika seseorang yang telah tertular dengan cara imported case tidak menyadari jika dirinya tertular.
Kemudian, dia menularkan pada orang lain yang berinteraksi dengannya.
Meski tidak melakukan perjalanan ke luar wilayah, orang tersebut bisa tertular.
Inilah yang disebut local transmission atau transmisi lokal.
Transmisi lokal terjadi saat seseorang yang telah terinfeksi menularkan virus pada orang lain dalam satu wilayah.
Artinya, penyebaran virus tidak lagi dari luar wilayah, melainkan sudah antar masyarakat dalam lingkup lokal.
China adalah negara yang penularan transmisi lokalnya paling tinggi.
Hal ini tidak mengherankan, sebab dari negara inilah wabah virus corona mulai muncul.
Namun, dengan segala upaya yang telah dilakukan, kasus Covid-19 di negara ini berangsur-angsur mereda.
Data terakhir menunjukkan bahwa munculnya kasus Covid-19 di China justru lebih banyak terjadi karena imported case.
Artinya, penularan penyakit ini sudah tidak lagi terjadi lokal, melainkan bawaan dari luar wilayahnya.
Di negara lain, penyebaran virus ini umumnya bermula dari imported case.
Seseorang yang telah bepergian ke negara wabah, bisa jadi pulang sebagai carrier atau pembawa virus.
Dia kemudian menularkan virus pada orang lain dalam wilayahnya.
Dalam kasus Covid-19, negara dengan kasus transmisi lokal lebih rendah dibanding imported case dianggap cukup berhasil.
Artinya, negara tersebut mampu melakukan pengendalian penularan virus yang telah menyebar secara lokal.
Kendati demikian, transmisi lokal ternyata menjadi penyebab utama penyebaran virus corona di sejumlah negara yang telah terpapar.
Upaya mengatasi transmisi lokal
- Identifikasi
Kasus transmisi lokal di Indonesia pertama kali terdeteksi pada kasus nomor 27.
Kasus ke-27 ini terindikasi tak memiliki riwayat perjalanan ke negara episentrum Covid-19.
Dengan kata lain, pasien ini tertular virus secara lokal di dalam negeri.
Untuk mengidentifikasi kasus dengan penularan transmisi lokal, diperlukan data yang jelas dan rinci.
Sebab, sumber penularan dari kasus ini harus ditelusuri secara mendalam untuk mengetahui carrier atau pembawa virus.
Maka dari itu, orang-orang yang sebelumnya pernah berkontak dengan pasien Covid-19 ditetapkan sebagai ODP.
Meski tak melakukan perjalanan ke luar wilayah, ODP bisa saja tertular dari orang lain yang habis bepergian ke luar negeri.
- Membatasi interaksi
Bila suatu wilayah telah terkonfirmasi memiliki kasus positif Covid-19, warga sebaiknya membatasi interaksi dengan orang lain.
Hal ini bisa menjadi upaya untuk memutus mata rantai virus corona agar tak semakin menyebar luas.
Sebab, seseorang sering tidak menyadari jika dirinya telah terinfeksi bila belum menunjukkan gejala.
- Pemeriksaan
Saat satu kasus telah terkonfirmasi sebagai kasus transmisi lokal, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang berada satu lingkup dengan pasien.
Sebab, besar kemungkinan jika pasien tersebut telah menularkan virus pada orang lain dalam satu wilayahnya.
Riwayat kontak pasien juga harus ditelusuri dengan sangat teliti untuk mengetahui siapa saja yang pernah berinteraksi dengan pasien. (TRIBUNBATAM.id/Widi Wahyuning Tyas)