Jumat, 5 Juni 2026

RAMADHAN 2020

Dipengaruhi Harga Dollar, Harga Daging Sapi di Batam Naik Jelang Ramadhan

Beberapa pedagang daging pada sejumlah pasar tradisional di Kota Batam mengeluhkan menurunnya penjualan karenaa wabah virus Corona.

Tayang:
TribunBatam.id/Rebekha Ashari Diana Putri
Pedagan daging di pasar tradisional yang ada di Kota Batam, Provinsi Kepri, Senin (20/4/2020). Harga daging terpantau stabil jelang Ramadhan 2020. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Harga daging ayam disejumlah pasar di Kota Batam, Provinsi Kepri terpantau stabil sejak 10 hari lalu.

Ditemui oleh TRIBUNBATAM.ID, seorang pedagang daging ayam di Pasar Tiban Centre mengatakan bahwa harga daging ayam masih stabil menjelang 4 hari menuju bulan suci Ramadhan.

"Masih stabil diangka Rp 35.000 per kilogram untuk ayam potong. Untuk ayam per ekor Rp 47 ribu, ujarnya, Senin (20/4/2020).

Meski harga daging ayam stabil, ia mengeluhkan penjualan mulai menurun sejak sebulan terakhir. Umumnya, kiosnya selalu ramai dipadati pembeli ketika menjelang Ramadhan.

"Biasanya saya bisa jual sampai ratusan ekor dalam sehari. Saat ini penjualan berkurang sejak adanya wabah virus Corona," ujarnya.

Seorang pedagang daging ayam di Pasar SP Plaza Batu Aji Batam, Romi merasakan hal serupa.

"Tidak ada lonjakan harga daging ayam jelang puasa tahun ini. Harganya Rp 33.000 per kilogram untuk ayam potong. Masih stabil sejak tanggal 11 April 2020 lalu," ujarnya.

Dari sisi lain, Romi menilai bahwa situasi perekonomian yang sedang lesu mempengaruhi pergerakan harga daging ayam.

Harga Daging Sapi

Sementara harga daging sapi disejumlah pasar di wilayah kota Batam, Senin (20/4/2020) naik dibandingkan satu bulan lalu.

Menjelang bulan suci Ramadhan, harga daging sapi es berkisar Rp 90.000 per kilogram. Sedangkan untuk harga daging sapi segar berkisar dari Rp 130.000 hingga Rp 150.000 per kilogram.

Seorang pedagang daging sapi di Pasar SP Plaza Batu Aji Batam, Romi mengatakan, harga daging sapi naik sekitar Rp 5.000 dibandingkan bulan lalu.

"Bulan lalu harga daging sapi diangka Rp 85.000 per kilonya," ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga daging sapi tersebut dipengaruhi oleh naiknya harga dollar.

"Setelah harga dollar naik, harga daging sapi juga mengikuti. Tapi memang kenaikan tersebut tidak melambung. Cuman jumlah pembeli semakin berkurang dikarenakan wabah saat ini," ujarnya.

Lahir di Tengah Pandemi, Bayi di India diberi Nama Sanitiser, Sebelumnya Juga Ada Corona dan Covid

Hari Bhakti Permasyarakatan, Rutan Batam Beri Bantuan APD dan Masker ke RSUD Embung Fatimah

 

Hal serupa dikatakan oleh salah satu pedagang daging sapi di Pasar Tiban Centre, bahwa kenaikan harga daging sapi saat ini masih dalam kondisi sangat wajar.

"Ya cuma naik beberapa ribu lah dibandingkan bulan kemaren. Namun hal yang menyebabkan menurunnya jumlah pembelian daging saat ini bukan karena kenaikan tersebut. Melainkan dalam situasi perekonomian yang sedang kembang kempis saat ini akibat diterpa wabah virus corona," ujarnya.

Dalam situasi pandemi saat ini, masyarakat cenderung memilih enggan untuk membeli daging sapi meski bulan suci Ramadhan semakin dekat.

Masyarakat memilih untuk berhemat dikala situasi perekonomian yang sedang lesu. Dan memilih alternatif lain.

Hal itu disampaikan oleh seprang pengunjung pasar Sungai Jodoh Batam, Tri.

Ia harus pintar-pintar memutar otak untuk mengatur belanja di rumah.

"Soalnya sekarang penghasilan sedang menurun. Yang penting udah ada menu sayur, udah cukup bagi saya," ujarnya. (TribunBatam.id/Rebekha Ashari Diana Putri)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved