HIKMAH RAMADHAN
Keluarga dan Madrasah Ramadhan
Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari ayah, ibu, anak dan orang yang dalam tanggungannya.
Oleh Drs.H.Erman Zaruddin, M.M.Pd.
Kakankemenag Kabupaten Bintan
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari ayah, ibu, anak dan orang yang dalam tanggungannya.
Peran keluarga sangat besar pengaruhnya terhadap masyarakat dan bangsa serta agama.
Dibutuhkan usaha maksimal agar keluarga memiliki ketahanan agar mampu menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan.
Untuk itu bagi umat Islam, menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan rumah tangga sangat diperlukan sebagai pedoman pendidikan dan pengajaran dalam keluarga.
Allah mengingatkan kepada orang-orang yang beriman untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.
Dalam Islam, proses pendidikan dan pengajaran dimulai sejak manusia didalam kandungan.
Proses ini dilanjutkan bersama saudara-saudaranya oleh kedua orangtua sejak masih bayi. Kemudian dilanjutkan di sekolah oleh para guru nya, serta puncak penyempurnaannya adalah di masyarakat.
Didalam keluarga, ibu merupakan sekolah atau madrasah pertama bagi anak, karena ibu merupakan tempat pertama anak mendapatkan pendidikan dan pengajaran.
Setelah anak lahir dan berkembang, maka ia akan berada bersama ayah, saudara laki lakinya, saudara perempuannya, dan orang lain yang ada di dalam rumah tangga tersebut. Dari kondisi ini terlihat bahwa peran keluarga sangat besar.
Ada pepatah mengatakan orangtua biasa, memberi tahu, orangtua baik menjelaskan, orangtua bijak meneladani, dan orangtua cerdas menginspirasi.
Setiap orang bisa menjadi orang tua setelah menikah dan mempunyai putera-puteri. Menjadi orang tua seakan akan proses otomatis dan tidak memerlukan pendidikan apapun.
Secara naluri Setiap orang tua tahu bahwa tugas utamanya mencintai dan mendidik anak anak, menyediakan rumah, mengajari tentang kehidupan serta memupuk harga diri anak, memberikan perintah dan juga menyampaikan larangan.
Namun tahukah orang tua bagaimana melaksanakan hal itu agar sesuai dengan harapan ?
Jika tanpa panduan maka yang akan terjadi adalah meraba raba atau mencoba coba yang hasilnya tidak dapat dipastikan.
Semasa Rasulullah hidup beliau memberi perhatian khusus pada keluarganya dan menyuruh umatnya untuk mengajar keluarganya.
Jika di dalam lingkup keluarga sudah mendapat pengajaran maka secara otomatis di dalam lingkup masyarakatnya individu tersebut juga mendapatkan pengajaran.
Hal ini disebabkan karena masyarakat merupakan gabungan dari keluarga-keluarga.
Kalau di tempat kita (re:Indonesia), masyarakat terdiri dimulai dari keluarga inti, selanjutnya beberapa keluarga inti membentuk Rukun Tetangga, Rukun Warga, Desa atau Kelurahan dan sampailah kepada lingkup terbesar yaitu Negara.
Dengan demikian keluarga yang kuat, harmonis, sakinah mawadah, warahmah akan mampu menciptakan masyarakat yang harmonis, sakinah, mawadah, warohmah.
Nabi sangat peduli dengan pengajaran pada istri dan anak beliau. Dalam hubungan suami isteri misalnya, kita dapat mengetahui bagaimana tata cara menenangkan hati dan menjalin kemesraan didalam rumah.
Salah satu contoh, Nabi meminum dari gelas dan meletakkan mulutnya ditempat bekas mulut Aisyah (re: istrinya) minum, dan beliau mengambil daging yang dimakan Aisyah dan meletakkan mulutnya ditempat bekas mulut Aisyah.
Ini merupakan ungkapan kasih sayang kepada istrinya agar tercipta romantis sehingga rumah tangga tenang dan nyaman. Kondisi nyaman dan tenang menjadi salah satu faktor yang penting dalam proses mendidik di lingkungan keluarga.
Nabi juga pernah tidur di pangkuan Aisyah dan berbaring dalam pelukannya sambil membaca Alquran.
Rasulullah SAW, juga bekerja dirumah membantu tugas istri, beliau juga bertindak sebagai guru di rumahnya, hal ini menghasilkan perubahan sikap atau prilaku keluarganya.
Sehingga istri nabi Muhammad merupakan wanita yang paling baik akhlak dan prilakunya serta ilmunya. Begitu juga dengan anaknya, Fatimah.
Dari keluarga yang hebat ini terbentuklah masyarakat yang hebat dan saatnya untuk kita mengupayakan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam membina keluarga dan masyarakat.
Saat ini kita umat Islam sedang menyambut dan berada dalam bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah, bulan yang diwajibkan orang yang beriman untuk berpuasa, pintu syurga dibuka dan pintu neraka ditutup, tokoh tokoh setan dibelenggu. Bulan ini terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Jika kita hubungkan dengan Madrasah Ramadhan, bahwa bulan Ramadhan merupakan madrasah petunjuk, ketakwaan, kemuliaan, dan madrasah segala kebaikan yang bisa dicari di dalamnya.
Bulan yang dikenal _Syahrus Shiyam_; bulan puasa, bulan pengendalian diri dari hal hal yang dilarang; _Syahrul Qur'an_, bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan pembeda yang benar dengan yang bathil; _Syahrul Mubarak_, bulan yang penuh keberkahan dimana amal kebaikan dinilai berlipat ganda, _Syahrul A'laa_; bulan yang penuh kenikmatan, _Syahrir Tilawah_; bulan untuk kita dan keluarga mendalami dan memahami Al-Qur'an; _Syahrus Shabri_; bulan latihan kesabaran; Syahrir Rahmah; Bulan kasih sayang Allah kepada manusia dan manusia dengan sesama makhluk Nya;
Syahrul Jud, bulan bermurah tangan memberikan bantuan kepada yang membutuhkan.
Dimasa pandemi covid-19 ini maka sangat tepat kita meningkatkan kualitas keluarga kita yang tentunya dengan menjadikan Rasulullah sebagai teladan utama bagi kita dalam berkeluarga, mengupayakan keluarga agar terjauh dari api neraka dengan memberikan pendidikan dan pengajaran yang baik pada seluruh yang ada dalam keluarga.
Tentunya peran utama ayah dan ibu menjadi sangat penting. Saat kita di tuntut untuk tetap dirumah saja ini memberi konsekuensi kepada keluarga untuk saling bekerjasama meningkatkan kualitas keluarga baik dari segi fisik maupun psikis.
Meningkatkan kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran Agama baik yang menyangkut aqidah, ibadah, maupun muamalah.
Mari kita manfaatkan madrasah Ramadhan ini untuk membina keluarga agar tercipta keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah yang menjadikan ketaqwaan sebagai cita cita yang ingin dicapai.
Sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu kaum sebelum mereka merubah keadaan diri mereka sendiri.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2604-kakankemenag-kabupaten-bintan.jpg)