Breaking News:

VIRUS CORONA DI BRASIL

Disebut Tak Berempati,Respon Presiden Brasil Tuai Kontroversi Terkait Angka Kematian Akibat Covid-19

Komentar dari pemimpin beraliran sayap kanan itu memicu kemarahan banyak pihak. Gubernur, politisi, profesional kesehatan, dan tokoh media menyebut,.

Kompas.com
Presiden Brasil Jair Bolsonaro saat menghadiri pertemuan dengan para gubernur di Brasil, untuk menentukan strategi menangani wabah virus corona. Pertemuan dihelat di Brasilia, Brasil, 23 Maret 2020.(Joedson Alves/EPA-EFE) 

TRIBUNBATAM.id, BRASILIA - Terkait komentarnya saat menanggapi angka dari korban meninggal dunia akibat Covid-19 yang mencapai 5.000 jiwa, Presiden Brasil, Jair Bolsonaro kembali memicu kontroversi

"Terus kenapa?" ujar Bolsonaro pada Selasa (28/4/2020), ketika seorang jurnalis bertanya tentang fakta bahwa lebih dari 5.000 orang Brasil meninggal karena virus Corona, melebihi kematian di China. 

"Terus kenapa? Maaf. Apa yang Anda ingin saya lakukan?" ujar Bolsonaro dikutip dari AFP Sabtu (2/5/2020).

Ia juga berseloroh, meskipun nama tengahnya adalah Messias atau Messiah, "Saya tidak bisa membuat keajaiban."  

Komentar dari pemimpin beraliran sayap kanan itu memicu kemarahan banyak pihak. Gubernur, politisi, profesional kesehatan, dan tokoh media menyebut sang presiden tidak berempati.

Bolsonaro tidak asing dengan kontroversi, tapi komentar terbarunya memicu gelombang kemarahan publik.

Sebab, wabah Covid-19 di Brasil tampak belum bisa dikendalikan dan terlihat belum mencapai puncak dari epidemi ini. 

Mulai Longgarkan Lockdown Secara Bertahap, Arab Saudi Sukses Uji Virus Corona sebagai Kunci Utama

SEJARAH Masjid Jami Baiturrahim, Masjid Tertua di Anambas, Kini Berusia 95 Tahun

Ada lebih dari 91.000 kasus yang secara resmi dikonfirmasi sejauh ini, tetapi para ilmuwan memperingatkan jumlah sebenarnya bisa 15-20 kali lebih tinggi.

Dengan korban meninggal corona kini mencapai lebih dari 6.300, Brasil terancam menghadapi skenario buruk seperti Italia atau Amerika Serikat (AS).

Wilson Witzel Gubernur Rio de Janeiro, menyebut pernyataan presiden "benar-benar tidak dapat diterima."

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved