BP BATAM

Penerbangan Komersil Dihentikan Sementara, Maskapai Manfaatkan Operasional Angkutan Kargo

Terminal Ferry Domestik dan Internasional di bawah pengelolaan BP Batam masih beroperasi seperti biasa.

ISTIMEWA
Pelabuhan di Batam tetap beroperasi 

TRIBUNBATAM.id. BATAM - Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19, Kementerian Perhubungan RI menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 Tahun 2020 Tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 H. Peraturan tersebut dikeluarkan pada 23 April 2020 silam

Dampak dari Permen tersebut mengakibatkan terhentinya Penerbangan Komersil mulai tanggal 25 April hingga 01 Juni 2020.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim dan TIK BP Batam, Suwarso, mengemukakan meski penerbangan komersil dihentikan, operasional angkutan kargo masih diperbolehkan untuk beroperasi.

“Maskapai yang telah mendapatkan Izin Penerbangan (Flight Approval) dari Kemenhub RI pun berupaya memaksimalkan peluang tersebut,” kata Suwarso.

Sejak 25 April, maskapai seperti Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, dan Sriwijaya Air terbang dari atau ke Bandara Hang Nadim membawa kargo

“Garuda Indonesia sendiri sudah lebih dulu melakukan tiga kali penerbangan, yakni pada 26 hingga 28 April 2020, dengan membawa kargo dari Jakarta dengan berat lebih dari 19 ribu kilogram dan kargo yang berangkat ke Jakarta dengan berat lebih dari 41 ribu kilogram,” tambah Suwarso.

Di bulan Mei 2020, Citilink dan Lion Air berencana melakukan penerbangan kargo antara 2 sampai 3 kali seminggu, sementara Sriwijaya Air 2 kali penerbangan.

“Sedangkan operator kargo akan dilayani oleh My Indo Airlines dan Tri MG Airliners dengan Boeing 737-300 dengan jadwal penerbangan masing-masing 4 kali dalam satu minggu dan melayani tujuan penerbangan di Halim Perdanakusuma Jakarta dan Changi International Airport Singapura,” jelas Direktur BUBU Hang Nadim dan TIK, Suwarso.

Pelabuhan Masih Beroperasi

Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Nelson Idris mengatakan hingga saat ini Terminal Ferry Domestik dan Internasional di bawah pengelolaan BP Batam masih beroperasi seperti biasa.

Nelson menjelaskan dalam Permenhub PM 25 Tahun 2020 disebutkan larangan sementara penggunaan sarana transportasi laut berlaku untuk pengoperasian kapal penumpang yang melayani pelayaran mudik dalam satu wilayah provinsi, kabupaten, atau kecamatan yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pelayaran antarprovinsi, kabupaten, atau kecamatan dengan ketentuan pelabuhan asal, singgah, atau tujuan merupakan wilayah yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Selain itu, Permenhub PM 25 Tahun 2020 juga mengatur pengecualian penerapan larangan sementara penggunaan sarana transportasi laut, yakni untuk pelayanan kapal penumpang rutin non mudik yang mana daerah asal maupun tujuan tidak menetapkan PSBB; kapal penumpang antar pulau bagi TNI/POLRI/ASN dan tenaga medis, dan kapal penumpang yang melayani pengangkutan logistik (sembako, obat dan alat medis) yang telah mendapatkan persetujuan izin berlayar dari Syahbandar dan disetujui oleh Gugus Tugas Covid-19 di wilayah bersandar.

Halaman
12
Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved