Breaking News:

VIRUS CORONA DI SINGAPURA

Dokter Singapura Gunakan Obat Ebola, Remdesivir, untuk Pasien Covid-19 : Ini Bagian dari Uji Klinis

"Penggunaan remdesivir adalah di antara obat yang diuji coba sebagai kemungkinan pengobatan untuk pasien COVID-19," kata Dr Shawn Vasoo

Penulis: Mairi Nandarson | Editor: Mairi Nandarson
https://www.bioworld.com/
ilustrasi. Vaksin Ebola, Singapura akan menggunakannya untuk mengobati pasien covid-19 

TRIBUNBATAM.id, SINGAPURA - Upaya untuk menghentikan virus covid-19 terus dilakukan semua negara.

Sejumlah ilmuwan berpacu dengan waktu untuk menghadirkan vaksin untuk menghentikan penyebaran virus corona ini.

Sebelum vaksin itu dirilis, dokter-dokter melakukan berbagai upaya untuk mengobati pasien yang terinfeksi virus corona agar segera sembuh.

Kisah Hidup Didi Kempot yang Meninggal Dunia di Usia 53 Tahun, Lebih Dulu Terkenal di Suriname

Data Pasien Corona Sembuh 34 Provinsi di Indonesia, Total 1.954 Pasien, Terbanyak di Jakarta

UPDATE Data Corona di Sumbar Senin (5/5) Pagi, Total Kasus 203, Sembuh 37, Meninggal 15

Seperti dilansir dari channel news asia, dokter di Singapura menggunakan remdesivir - obat yang awalnya dibuat untuk mengatasi Ebola - untuk mengobati pasien COVID-19.

Pemberian obat remdesivir ini dianggap sebagai bagian dari uji klinis.

Dr Shawn Vasoo, direktur klinis di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID) di Singapura, mengatakan kepada CNA bahwa belum ada terapi yang terbukti untuk virus corona.

"Penggunaan remdesivir adalah di antara obat yang diuji coba sebagai kemungkinan pengobatan untuk pasien COVID-19," katanya.

Remdesivir adalah obat antivirus yang digambarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai salah satu yang paling menjanjikan terhadap COVID-19, begitu juga dengan dua obat HIV dan obat anti-malaria chloroquine serta hydroxychloroquine.

Remdesivir diberikan otorisasi penggunaan darurat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) Jumat (1/5/2020) lalu untuk kasus COVID-19 yang parah.

Jepang mengatakan sehari kemudian akan mempercepat review dampak penggunaan obat itu sehingga dapat disetujui untuk digunakan seminggu setelah itu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved