Toko Aksesoris Handphone di Batam Sepi saat Ramadhan, Daya Beli Masyarakat Turun?
Pemilik toko aksesoris hp di Batam mengeluh omzetnya menurun saat Ramadan tahun ini. Biasanya banyak warga yang beli aksesoris hp mendekati hari raya
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Virus Corona (Covid-19) telah menghantam sejumlah perdagangan dan bisnis di Kota Batam.
Salah satunya adalah bisnis aksesoris handphone.
Berdasarkan pantauan TRIBUNBATAM.id, beberapa toko yang menjual aksesoris handphone di bilangan pusat Kota Batam, Nagoya, jumlah pengunjung dapat dihitung jari. Terlihat beberapa toko gadget banyak yang memilih untuk tutup.
Berkurangnya jumlah pengunjung dikatakan oleh Deni, salah satu pemilik toko aksesoris handphone yang menjual casing, adaptor, charger dan lainnya.
Ia mengatakan, jumlah pengunjung berkurang sejak satu bulan terakhir.
• Bagikan Bantuan ke Empat Lokasi, Pekerja Terdampak Covid-19 di Bintan Dapat Bantuan Beras 5 Kg
• Korban Dianggap Lalai, Polsek Sekupang Batam Ingatkan Warga Hati-Hati saat Menyalakan Kompor Gas
Kendati demikian, Deni mengaku operasional toko tetap berjalan setiap harinya. Hanya saja jam operasional nya dikurangi dari biasanya.
"Kita buka seperti biasa Senin sampai Minggu buka dari pukul 08:00 sampai pukul 18:00 Wib sudah tutup," ujar Deni.
Menanggapi perihal penurunan jumlah pengunjung, Deni mengaku bahwa ia mengeluhkan situasi pandemi yang mengakibatkan omzet penjualannya menurun drastis.
"Pembeli sepi. Kalau saya mau tutup, susah juga. Tapi kalau buka juga bisa dikatakan merugi. Keuntungan dalam sehari dibandingkan dengan biaya operasional toko tak sebanding.
Mau ngandelin online juga sekarang udah sepi. Pusing juga mau bayar sewa toko setiap bulan gimana," ujar Deni.
Deni cukup menyayangkan adanya pandemi virus Corona ini yang mengakibatkan menurunnya perilaku konsumtif pengunjung terhadap barang-barang seperti aksesoris handphone.
"Dalam seminggu ini cuma laku 30 casing. Biasanya bulan puasa gini ramai yang cari casing HP. Apalagi casing iphone. Tahun lalu saya bisa jual 100 pcs dalam sehari, online maupun store.
Sekarang sudah susah. Karyawan saya juga butuh makan dan digaji setiap bulannya," ujarnya.
Di sisi lain, Anto salah satu pemilik toko service handphone di Lucky Plaza mengatakan, saat pandemi, masyarakat justru kerap mendatangi toko miliknya untuk melakukan service handphone.
"Zaman lagi susah gini, banyak juga yang memilih untuk service dibandingkan beli baru. Rezeki buat saya di saat keadaan seperti ini. Hanya saja konsep jasa service handphone ini kan menganut prinsip tawar menawar harga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/suasana-di-pusat-perbelanjaan-aksesoris-dan-hp-di-nagoya.jpg)