VIRUS CORONA DI JAKARTA
UPDATE Data Corona di Jakarta, Senin (5/5), Tambahan Kasus Baru 169, Total 4.641, Sembuh 711
"Dari total 4.641 orang dengan kasus positif, 711 di antaranya dinyatakan telah sembuh," ujar Ani dalam siaran YouTube Pemprov DKI Jakarta
TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Jumlah pasien positif Covid-19 di Jakarta kembali bertambah.
Jumlah kasus baru yang terkonfirmasi di Jakarta hari ini, Senin (5/5/2020) mencapai 169 kasus.
Penambahan sebanyak 169 kasus baru membuat jumlah pasien covid-19 di wilayah DKI Jakarta kini mencapai 4.641 orang.
• UPDATE Data Corona Indonesia Selasa (5/5) Sore, Kasus Baru 484, Total 12.071, Sembuh 2,197
• UPDATE Data Corona di Sumbar Selasa (5/5) Bertambah 18, Total 221 Kasus, PSBB Sumbar Diperpanjang
• China Ejek Amerika Lewat Video Animasi Lego, Kutip Ucapan Donald Trump Soal Covid-19 Hanya Flu Biasa
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, dari total pasien, 711 orang dinyatakan sembuh.
Pasien yang sembuh bertambah 61 orang dibandingkan kemarin.
"Dari total 4.641 orang dengan kasus positif, 711 di antaranya dinyatakan telah sembuh," ujar Ani dalam siaran YouTube Pemprov DKI Jakarta.
Sementara pasien yang meninggal dunia sebanyak 414 orang, bertambah dua orang dibandingkan kemarin.
Kemudian, ada 2.146 pasien yang masih dirawat di rumah sakit dan 1.370 pasien menjalani isolasi mandiri.
Berdasarkan data tersebut, tingkat kesembuhan dari penyakit Covid-19 di Jakarta mencapai 15 persen.
Sementara angka kematian atau case fatality rate akibat Covid-19 sebesar 9 persen.
Selain itu, masih ada 229 orang dalam pemantauan (ODP) yang masih dipantau dan 1.022 pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih dirawat.
"Orang tanpa gejala atau yang kita kenal OTG ada sebanyak 1.546 orang," kata Ani.
Pemprov DKI Jakarta juga masih terus melakukan rapid test terhadap warga di seluruh wilayah Jakarta.
Hingga kini, ada 81.368 orang yang menjalani rapid test Covid-19. "Ada 4 persen yang reaktif dari seluruh tes.
Rinciannya, 3.103 dinyatakan reaktif Covid-19, sementara 78.265 orang dinyatakan negatif," ucap Ani.
• Cristiano Ronaldo Akhirnya Sampai di Turin, Italia, Siap untuk Kembali Latihan Mulai 18 Mei
• PSV Eindhoven Kembali Latihan di Klub, Pelatih Senang Lihat Wajah Para Pemain Kembali Tersenyum
Batasi Warga Masuk Jakarta
Pemerintah telah melarang masyarakat untuk mudik Lebaran.
Tujuannya guna mencegah meluasnya penyebaran virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) penyebab Covid-19 ke berbagai daerah.
Namun nyatanya, masih ada saja warga yang mencoba pulang kampung di tengah pandemi Covid-19.
Sebagai contoh, ada pemudik yang nekat bersembunyi di dalam truk agar lolos dari pemeriksaan polisi.
Pelanggaran itu terjadi pada Jumat pekan lalu di Gerbang Tol Cikarang Barat.
Saat memeriksa truk dengan nomor polisi G 1906 FR tujuan Brebes, Jawa Tengah, polisi menemukan enam pemudik di bagian belakang truk.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan warga untuk tetap tinggal di Jabodetabek selama pandemi Covid-19.
Warga yang terlanjur mudik, kata Anies, tidak akan bisa kembali ke Jakarta dengan mudah.
"Jadi hati-hati, kalau pulang, belum tentu bisa kembali ke Jakarta lagi dalam waktu singkat," kata Anies, Jumat (1/5/2020).
DKI akan batasi orang masuk Jakarta Anies pun menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan membatasi pergerakan orang yang ingin memasuki wilayah Ibu Kota ketika musim Lebaran selesai.
Pemprov DKI saat ini sedang menyusun regulasinya.
• Ular King Kobra 3 Meter Nyasari Dekat Stasiun MRT di Singapura, Seorang Pria Nekat Mau Nangkap
• Salha Mesbee Meninggal Setelah Dinyatakan Sembuh: Perjuangan Mama Melawan Covid-19 Telah Berakhir
Regulasi tersebut, kata Anies, akan memperketat pergerakan orang dari luar daerah yang ingin memasuki wilayah Jakarta, termasuk para pemudik yang ingin kembali ke ibu kota setelah Lebaran.
"Nanti kalau regulasinya sudah selesai akan dikeluarkan dan akan ada pembatasan amat ketat untuk masuk ke Jakarta," ujar dia.
Kemenhub Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan, Pemprov DKI Jakarta telah melaporkan rencana untuk membatasi pergerakan orang yang masuk Jakarta pasca-Lebaran.
Menurut Budi, Kemenhub dan Pemprov DKI masih akan membahas teknis kebijakan tersebut.
"Kadishub sudah berkabar sama saya, akan dikoordinasikan lebih lanjut teknisnya," ujar Budi, kemarin.
Budi berujar, teknis untuk membatasi pergerakan orang yang masuk Jakarta pasca-Lebaran juga akan dibahas bersama pihak kepolisian.
Ketiga instansi itu juga akan membahas regulasi pembatasan tersebut.
"Belum (ada gambaran teknis), nanti teknisnya (dibahas) sama kepolisian juga. Nanti kami cermati lagi (regulasinya)," kata Budi. (*)
\\
\\
\\
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-update-virus-corona-atau-covid-19.jpg)