Breaking News:

BATAM TERKINI

Diduga Mengandung Limbah B3, Warga Hentikan Pemasangan Tembok Batako Proyek ABC di Batuaji

Warga menghentikan pengerjaan tembok pembatasan di komplek ABC yang ada di Jalan R Suprapto. Wagra menduga batako yang digunakan mengandung limbah B3

Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/IAN SITANGGANG
Foto tembok penahan bahan batako hitam yang diduga warga mengandung limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Rabu (6/5/2020) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Warga yang tinggal tak jauh dari Simpang Hutatap, Kelurahan Sagulung Kota, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Kepri, menghentikan pengerjaan pemasangan tembok penahan di komplek Aji Bisnis Centre (ABC) yang ada di Jalan R Suprapto.

Tembok penahan tanah, batas proyek ABC dengan perumahan Villa Namora, Mandalay Sagulung itu menggunakan batako warna hitam dan diduga mengandung limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Hal tersebut membuat warga khawatir akan dampak yang ditimbukan ke depan.

Tembok setinggi kurang lebih dua setengah meter tersebut berbatasan langsung dengan rumah warga.

Alvon, warga perumahan Villa Namora mengatakan saat ini penggunaan batako hitam tersebut sedang dipermasalahkan.

"Jadi kita berkaca dari perumahan yang saat ini sedang sentre di media massa, bahwa ada efek yang akan ditimbulkan dari batako tersebut," kata Alvon.

Dinkes Tunggu Hasil Swab Test Kedua, Cucu dan Keponakan Almarhum Syahrul Negatif Corona Tes Pertama

Tracking Pasien 34 Corona, Semua Jamaah Tabligh di Batam Lakukan Rapid Test Covid-19

Dia mengatakan jika tidak ada keterangan yang bisa dipegang masyarakat mengenai dampak di masa yang akan datang, sebaiknya batako warna hitam tersebut diganti.

"Kita selamanya akan tinggal di komplek ini, kita bukan tidak mau ada pembangunan, tetapi kita juga butuh kenyamanan," kata Alvon.

Di tempat terpisah Ketua Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL) Kota Batam, Parlaungan Siregar, menjelaskan batako warna hitam tersebut awalnya dikerjakan oleh mereka. Dimana bahannya terbuat dari pasir, karbit, dan semen.

Namun seiring berjalannya waktu, dia sudah tidak ikut tergabung di dalamnya.

"Kalau batako hitam yang ada sekarang ini kuat dugaan sudah dicampur dengan copper slag, mengingat bahan bakunya cukup banyak dari galangan kapal di Batam," kata Parlaungan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved