TRIBUN WIKI
Mengenal Henti Jantung Mendadak (HJM), Diduga Sebabkan Kematian Musisi Didi Kempot
Didi Kempot didiagnosis meninggal karena Henti Jantung Mendadak (HJM). Penyakit ini merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia.
TRIBUNBATAM.id - Kematian Didi Kempot yang terbilang mendadak masih menyisakan duka bagi banyak pihak.
Diagnosis awal, Didi Kempot mengalami Henti Jantung Mendadak (HJM).
Lantas, apakah sebenarnya penyakit Henti Jantung Mandadak (HMJ) tersebut?
Melansir Kompas, di Indonesia berdasarkan data tahun 2014, Kementerian Kesehatan memperkirakan terdapat 10.000 orang per tahun yang mengalami HJM.
Hal itu berarti dalam setiap hari, ada 27 kasus HJM.
Pada 2016, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) juga menemukan kasus HJM berkisar antara 300.000 – 350.000 tiap tahunnya.
• Saat Kabar Didi Kempot Meninggal Jadi Pemberitaan Media Asing, Penggemar di Suriname Ambyar
• PROFIL dan Jejak Karier Dory Harsa, Penabuh Gendang Tim Musik Didi Kempot
Angka tersebut diperkirakan terus bertambah mengingat korban penyakit jantung coroner dan stroke diperkirakan akan mencapai 23,3 juta orang pada 2030.
Penyebab
Penyebab HJM terbagi menjadi dua yaitu serangan jantung coroner dan henti jantung irama listrik.
Serangan jantung koroner terjadi hingga 75 persen dari total kasus HJM.
Serangan jantung koroner terjadi karena ada sumbatan di dalam pembuluh darah jantung.
Akibatnya, jantung tidak mendapat oksigen dan nutrisi yang seharusnya diperoleh dari darah.
Sementara itu, henti jantung irama listrik disebabkan oleh gangguan irama listrik jantung.
Prevalensi pasien yang mengalami penyebab ini lebih sedikit daripada serangan jantung koroner.
Adapun penyebab henti jantung irama listrik antara lain gangguan fungsi otak, saraf, dan beberapa penyebab nonkardiak lainnya.