Breaking News:

HIKMAH RAMADHAN

Puasa Islamisasi Kehidupan Kita 

Ramadhan bisa melihat kita apakah termasuk “nishfu muslimin” atau nishfu kafirin (setengah-setengah), baik setengah Muslim maupun setengah kafir.

ISTIMEWA
Effendy Asmawi Alhajj 

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah (totalitas)”…QS. 2: 208. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ramadhan ingin melihat kita apakah kita ini “nishfu muslimin” atau nishfu kafirin (setengah-setengah), baik setengah Muslim maupun setengah kafir. 

Oleh sebab itu kita dicoba bukan saja secara pisikal tapi juga lebih banyak bersifat mentalitas sebagai orang yang mengaku beriman. 

Maka dalam suasana seperti ini, kebanyakan dari kita memiliki sifat “nishfu” (setengah-setengah), maka terjadilah sosok pribadi mendua.

Kita belum berani menyimpai kehidupan kita untuk menjadikan Islam “way of life, game of life and view of life” menjadikan sebagai sikap, peraturan dan pandangan hidup yang kaffah, mulai syahadat-shalat-zakat-puasa dan haji sebagai ‘mental building’ kehidupan kita. 

Kita biasanya mengambil yang mana suka dan kita senangi, syahadat okey, shalat boleh, tapi kalau puasa macam-macam dalih untuk  mendapat legalitas supaya dibenarkan tidak berpuasa, walaupun semua itu ada ‘rukhsah’/keringanan. 

Maka diharapkan kepada kita/warga masyarakat, untuk dapat melaksanakan kegiatan Ramadhan ini semaksimal mungkin sehingga mendapatkan nilai yang maksimal pula. 

Demikian juga kepada para elit pemimpin negeri ini dapat memberikan warna terhadap kehidupan yang “religious belief and political action” terhadap power/kekuasaan yang dimiliki. 

Jangan agama hanya jadi “lip’s service” yang tidak konsistan. 

Jadi untuk menciptakan “Ramadhanisasi” dalam instrument “Islamisasi” diperlukan perjuangan dan pembaharuan yang istiqamah terhadap: 

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved