Breaking News:

VIRUS CORONA

Bocor di Medsos Timeline Pembukaan Sekolah dan Mal, Jokowi Sudah Izinkan Warga Aktifitas Kembali?

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan ada kemungkinan kasus pasien positif Covid-19 menurun angkanya.

Editor: Anne Maria
YouTube Kompas Tv
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sampaikan 6 hal penting untuk membendung persebaran virus corona saat membuka Sidang Kabinet Paripurna melalui telekonferensi, Selasa (14/4/2020) 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan ada kemungkinan kasus pasien positif Covid-19 menurun angkanya.

Jokowi menyebutkan jika hal tersebut seperti yang dikatakan sejumlah ahli.

Namun demikian, ketika kasusnya sudah turun bukan berarti langsung landai atau langsung nol.

Melainkan masih bisa fluktuatif kembali.

Jokowi sebelumnya mengatakan, pemerintah terus berupaya keras dan berharap puncak pandemi  Covid-19 akan segera menurun.

Selama wabah masih terus ada,  Jokowi meminta seluruh masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Jokowi Balas Surat Putri AHY dan Annisa Pohan, Apa Isinya?

3 Menteri Jokowi Serang Anies Baswedan Soal Bansos Jakarta, Menko PMK Mengaku Sempat Bersitegang

"Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan," katanya di Istana Merdeka, Jakarta, dalam video yang diunggah Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Kamis (7/5/2020).

Tembus 12.000 Kasus, Jokowi Minta Masyarakat Pahami: Kita Harus Berdamai dengan Covid-19 Sampai Vaksin Ditemukan
Kompas.com
Tembus 12.000 Kasus, Jokowi Minta Masyarakat Pahami: Kita Harus Berdamai dengan Covid-19 Sampai Vaksin Ditemukan

Viral Video Anak Kucing Diinjak-Injak Sampai Mati di Media Sosial, Polisi Incar Tiga Pelakunya

Deputi bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menjelaskan maksud Presiden Joko Widodo yang mengajak masyarakat berdamai dengan Covid-19.

Menurut Bey, Jokowi ingin agar masyarakat tetap produktif meski virus corona masih mewabah di dalam negeri.

"Bahwa Covid-19 itu ada, dan kita terus berusaha agar Covid segera hilang. Tapi kita tidak boleh menjadi tidak produktif, karena adanya Covid-19 menjadikan adanya penyesuaian dalam kehidupan," kata Bey kepada wartawan, Jumat (8/5/2020).

Bey mengatakan, saat ini Covid-19 memang belum ada antivirusnya. Namun, masyarakat bisa mencegah tertular dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga jarak.

Menurut Bey, hal ini adalah hidup normal dengan cara baru. "Ya, artinya jangan kita menyerah, hidup berdamai itu penyesuaian baru dalam kehidupan. Ke sananya yang disebut the new normal. Tatanan kehidupan baru," kata dia.

Perpanjang PSBB, Rapid Test Massal Bakal Dilakukan di Banjarmasin
 
Perpanjang PSBB, Rapid Test Massal Bakal Dilakukan di Banjarmasin

Viral di Facebook Video Kakek Diseret dari Mushola, Sampai ke Telinga Ganjar Pranowo

Presiden Joko Widodo ( Jokowi) mengatakan, pemerintah terus berupaya keras dan berharap puncak pandemi Covid-19 akan segera menurun.

Selama wabah masih terus ada, Jokowi meminta seluruh masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. 

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved