Breaking News:

Human Interest Story

Kisah Pengais Rezeki di Lampu Merah Batam Berjuang Hadapi Covid-19

Setidaknya satu dekade terakhir, kala Batam perlahan berubah dari kota Industri menjadi kota jasa dan urban baru di perbatasan Indonesia

TribunBatam.id/Hening Sekar Utami
Suasana lampu merah Jalan Bunga Raya, Kecamatan Lubuk Baja, Batam, Minggu (10/5/2020). Tampak pengamen bersiap mencari rezeki. 

TRIBUNBATAM.id, Batam - BAGI pengguna jalan, lampu merah adalah ‘penghalang’.

Namun, bagi pengamen, pembersih dadakan mobil, penjaja tisu, dan badut jalanan, lampu merah adalah kesempatan mencari nafkah.

Mereka sudah sama-sama mafhum. 

Pengendara mafhum, tanda berhenti sejenak di persimpangan jalan itu, bukan pengatur lalu lintas belaka. 

Satu per satu lampu merah di traffic light berganti hijau, kuning, bergiliran.

Sebaliknya, para penghuni lampu merah itu, menyingkir saat lampu hijau menyala.

Siklus ’saling pengertian’ itu sudah terbangun lama.

Setidaknya satu dekade terakhir, kala Batam perlahan berubah dari kota Industri menjadi kota jasa dan urban baru di perbatasan Indonesia, Singapura dan Malaysia.

Siklus hidup kota urban itu terlihat di perempatan lampu merah Jalan Bunga Raya, Kecamatan Lubuk Baja, Batam, Minggu (10/5/2020). 

Srikandi Rutan Kelas IIA Barelang Batam berbagi sembako kepada pengamen dan petugas kebersihan, Jumat (24/4/2020)
Srikandi Rutan Kelas IIA Barelang Batam berbagi sembako kepada pengamen dan petugas kebersihan, Jumat (24/4/2020) (TRIBUNBATAM.ID/IAN PERTANIAN)

Beberapa di antara pengamen dan penjaja tisu itu pun beranjak dari lampu merah untuk beristirahat di emperan bangunan Nusa Jaya Mobilindo yang tutup.

Halaman
123
Penulis: Hening Sekar Utami
Editor: thamzil thahir
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved