Breaking News:

VIRUS CORONA

Laju Pasien Covid-19 Disebut Melambat, Ahli Biostatistik Oxford Sebut Kurva Epidemi Tak Standar

Kurva itu juga menunjukkan 4 kelompok kasus yakni konfirmasi, suspek, diagnosis secara klinis, dan asimptomatis (orang tanpa gejala).

Editor: Anne Maria
Tangkap layar channel YouTube BNPB
Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Laju kurva kasus Covid-19 di Indonesia, khususnya Jakarta, sudah melambat.

Hal itu seperti yang diungkapkan  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Lalu benarkah seperti itu?

Ahli biostatistik Eijkman Oxford Clinical Research Unit, Iqbal Elyazar, menyatakan kurva yang disampaikan pemerintah setiap harinya kepada publik bukanlah kurva epidemi yang sesuai standar ilmu, sehingga sulit untuk melihat perkembangan kasus yang sesungguhnya di dalam negeri.

Ia menjelaskan, kurva epidemi yang sesuai standar terdiri sumbu Y (vertikal) yang menunjukkan jumlah kasus baru, dan sumbu X (horisontal) yang mengindikasikan patokan waktu analisis yang terkait dengan jumlah kasus baru.

Viral Foto 2 Desa Saling Tutup Akses Jalan Karena Salah Paham Soal Social Distancing Saat Covid-19

Persatuan Insinyur Indonesia Rancang Rekomendasi Hadapi New Normal di Tengah Pandemi Corona

Belasan Pengawal Donald Trump Positif Corona Virus, 60 Orang Dikarantina, Bagaimana Presiden?

Sementara pada kurva yang dimiliki pemerintah, sumbu X menunjukkan angka pertambahan kasus Covid-19 yang terlapor setiap harinya.

"Seharusnya bukan angka yang terlapor, karena bisa saja angkanya lebih besar namun test kit tidak mencukupi, atau angka yang dilaporkan hari itu berdasarkan kapasitas laboratorium," tutur Iqbal dalam diskusi online "Mengenal Kurva Epidemi Covid-19", Sabtu (10/5/2020).

Contoh kurva epidemi yang dikeluarkan pemerintah China
Contoh kurva epidemi yang dikeluarkan pemerintah China (IQBAL ELYAZAR)

Berkaca pada kurva epidemi Covid-19 pemerintah  China, di sana terdiri dari sumbu Y mengenai jumlah kasus dan sumbu X mengenai tanggal mulai bergejala.

Kurva itu juga menunjukkan 4 kelompok kasus yakni konfirmasi, suspek, diagnosis secara klinis, dan asimptomatis (orang tanpa gejala).

Di samping itu, pemerintah  China juga menunjukkan kurva epidemi khusus pada kasus yang positif Covid-19.

Terdiri dari sumbu Y jumlah kasus dan sumbu X dengan patokan tanggal mulai bergejala dan tanggal diagnosis.

Viral Foto 2 Desa Saling Tutup Akses Jalan Karena Salah Paham Soal Social Distancing Saat Covid-19

Persatuan Insinyur Indonesia Rancang Rekomendasi Hadapi New Normal di Tengah Pandemi Corona

"Jadi dari kurva ini bisa bercerita banyak, terlihat pola kenaikan dan turunnya (jumlah kasus baru), puncak wabah, juga bisa lihat yang positif, bergejala, hingga suspek," ujar Iqbal.

Sementara di Indonesia hanya menampilkan kurva harian kasus Covid-19.

Terdiri dari sumbu Y tentang jumlah kasus konfirmasi tambahan, sedangkan sumbu X adalah tanggal pelaporan kasus.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved