Anak Korban Kebakaran Kapal Tanker di Galangan Belawan Ceritakan Aksi Heroik Sang Ayah Terakhir Kali

Dirinya masih sempat buka sahur bersama sang ayah sebelum meninggal dunia dalam insiden kebakaran

Tribun Medan
Sebuah Kapal Tanker dilahap si jago merah di Pelabuhan Belawan, Senin (11/5/2020) pagi.(Tribun Medan) 

TRIBUNBATAM.id, MEDAN - Hingga Selasa (12/5/2020) siang, jumlah korban meninggal dalam kebakaran kapal tanker MT Jagleela di Galangan milik PT Waruna Nusa Sentana Shipyard di Belawan Medan berjumlah tujuh orang, lima orang di antaranya belum bisa dikenali. 

Sementara, salah seorang anak korban meninggal insiden kebakaran Kapal Tanker MT Jag Leela di Pelabuhan Belawan Medan, menceritakan aksi heroik ayahnya, Iswondo (47).

Iswondo merupakan warga Medan Marelan, yang meninggal di Kapal Tangker MT Jag Leela pada Senin (11/5/2020)

Bahkan ia masih mendengar suara lantunan ayahnya saat salat subuh membaca surat Al Fatihah.

"Jadi pada hari Minggu, bapak kerja dari jam 3 sore pergi itu pulang jam 12 malam. Lalu saya dibanguni pas sahur jam 3 pagi sama-sama. Udah gitu pas mau salat subuh ya udah dibanguni bapak, saya disuruh pindah ke atas. Antara sadar atau enggak, begitu saya lihat muka ayah senyum. Waktu salat subuh saya masih dengar suara alfatihah," tuturnya kepada Tribun, Selasa (12/5/2020).

Lalu, saat ia bekerja, Hilmi menceritakan bahwa dirinya mendengar kabar ada kapal yang terbakar di Pelabuhan Belawan dari Facebook.

"Pas begitu setengah 12 saya lihat Facebook ada kapal terbakar. Cuman enggak tahu posisinya di mana pelabuhannya. Baru setelah saya cek, ayah saya ada di kapal ini," tuturnya.

Anak pertama dari tiga bersaudara tersebut menyebutkan bahwa dirinya langsung memberitahukan ibunya. Saat itu, kata dia, ibunya sempat tidak mempercayai kabar tersebut.

"Baru saya kasih tahu sama mamak, baru kata mamak biasanya itu nak. Lalu banyak tanyak-tanya ke kawan-kawan bapak semua, tapi enggak ada yang tahu. Yang lagi kerja sama bapak itu enggak ada nomornya," tuturnya.

Lalu, ia mendengar kabar dari rekan ayahnya, bahwa ayahnya meninggal saat ledakan pertama.

Halaman
12
Editor: Aminudin
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved