Latihan Instal Windows 10 di Kartu Prakerja Bayar 260 Ribu Dikejam, Padahal di Internet Gratis
Kursus online instal Windows 10 untuk peserta Prakerja ini disediakan oleh Pijar, salah satu mitra dalam pelatihan online Kartu Prakerja yang ditunjuk
TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Lagi-lagi, program Kartu Prakerja yang seharusnya memudahkan justru menuai banyak kritik.
Bagaimana tidak, untuk satu kali latihan, para peserta dipungut biaya yang tak sedikit.
Di media sosial ramai diperbincangkan berbagai pelatihan-pelatihan di Kartu Prakerja dengan bayaran yang cukup mahal.
Contohnya, pelatihan belajar instal Windows 10 yang dihargai sebesar Rp 260.000.
Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Anggawira mengkritik besarnya alokasi dana untuk membiayai pelatihan di Kartu Prakerja 2020, namun manfaat pelatihan yang dinilai kurang relevan dengan kebutuhan.
Kursus online instal Windows 10 untuk peserta Prakerja ini disediakan oleh Pijar, salah satu mitra dalam pelatihan online Kartu Prakerja yang ditunjuk pemerintah.
Kursus online ini terdiri dari 6 materi yang dipelajari lewat aplikasi MyEduSolve dalam bentuk pembelajaran online.
Peserta juga akan mendapatkan sertifikat di akhir pelatihan.
Menurut Anggawira, Hipmi sudah beberapa kali memberikan masukan ke pemerintah terkait pelatihan-pelatihan di Kartu Prakerja.
"Intinya kami dari Hipmi memberikan masukan yang konstruktif pada pemerintah, intinya kita ingin melakukan hal-hal yang produktif sama-sama dalam kondisi Covid-19, kita kolaborasi memang anggaran negara yang minim dimanfaatkan secara tepat, sudah banyak saya rasa masukan dan saran dari berbagai stakeholder," kata Anggawira kepada Kompas.com, Sabtu (16/5/2020).
Sebelumnya, menurut Angga, pelatihan yang mahal yang tersedia di Kartu Prakerja sebenarnya bisa diakses secara gratis dan mudah di internet, baik Google maupun Youtube.
Kata dia, dana sebesar Rp 5,6 triliun untuk biaya pelatihan online Kartu Prakerja mencakup lebih dari 25 persen dari Rp 20 triliun yang dianggarkan. Pelatihan yang ada di program tersebut tidak gratis, melainkan biayanya ditanggung oleh pemerintah.
Untuk bisa mengikuti pelatihan secara online, peserta harus melunasi biaya pelatihan atau kursus yang dipilih.
Padahal di sisi lain, kata dia, banyak pelatihan serupa namun gratis yang tersedia melalui internet.
"Pelatihan Kartu Prakerja seharusnya bisa diakses gratis, jadi tidak perlu bayar. Untuk materinya juga sudah banyak di Google," ujar Anggawira.
Viral 1 Orang, 5 Akun Kartu Prakerja
Wabah virus corona memberikan dampak yang beragam bagi banyak orang.
Salah satunya adalah PHK yang terpaksa dilakukan karena roda ekonomi sedang tak berjalan normal.
Untungnya pemerintah memberikan bantuan melalui kartu prakerja.
Masyarakat yang berhasil mendapat kartu ini bisa mendapatkan sejumlah manfaat.
Mulai dari pelatihan secara online hinggan insentif hingga Rp. 3.550.000.
Pendaftaran gelombang satu kemarin ditutup dan hanya sedikit yang berhasil lolos.
Namun di tengah kabar ini, ramai dibicarkan ada yang mengaku berhasil meloloskan 5 akun sebagai penerima kartu prakerja.
Bagaimana kabar ini tersebar lewat statusnya di Facebook hingga tanggapan pengelola kartu prakerja?
Dalam tangkap layar yang beredar, informasi ini dituliskan oleh akun Facebook Adri Suhairi Pane dalam grup Para Pencari Barang.
Dalam statusnya ini ia menyertakan gambar tangkapan layar akun pekerja yang sudah dinyatakan lulus.
Keterangannya ia juga menuliskan jika hal ini pekerjaan baru lengkap dengan total uang yang didapat perbulanya.
"Garapan baru ges, 5 akun lulus semua, lumayan 600 RB selama 4 bulan haha, cuan cuan".
Tangkap layar ini kemudian tersebar dan diunggah oleh akun Instagram @lets.talkandenjoy.
Beragam komentar pun muncul dari netizen menanggapi klaim tersebut.
Salah satu di antaranya langsung melaporkan dugaan kecurangan itu melalui kanal lapor.go.id.
"Langsung aku lapor ke lapor.go.id," tulis salah seorang netizen di akun @bill.qs.
Namun, saat dikutip dari Kompas.com setelah mencoba mencari akun Andri Suhairi Pane dan grup Para Pencari Barang di Facebook, kedua akun dan laman grup itu tidak ditemukan.
Tidak ada akun di Facebook yang menggunakan nama keduanya.
Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Direktur Komunikasi Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky mengatakan, jika masyarakat menemukan kembali kecurangan semacam ini agar segera melapor ke kontak Prakerja.
"Jika ada masyarakat yang mengetahui adanya tindak kecurangan, bisa melaporkan langsung ke Prakerja melalui Call Center kami atau info@prakerja.go.id," kata Panji saat dihubungi Kompas.com, Senin (20/4/2020).
Ada pun kontak layanan masyarakat dapat diakses melalui nomor 021-25541246 pada jam operasional, Senin-Jumat pukul 08.00-19.00 WIB.
Untuk menerima pendaftaran akun, Panji menyebutkan, pihaknya telah melakukan verifikasi NIK semua pendaftar ke Dinas Kependudukan dan Cataran Sipil (Dukcapil).
Namun, jika terdapat laporan kecurangan, Prakerja akan kembali melakukan verifikasi data secara lebih mendalam.
"Prakerja melakukan verifikasi NIK para pendaftar ke Dukcapil.
Jika ada laporan, kami akan verifikasi kembali dengan sumber data lain seperti data Dukcapil, Kemdagri, selfie foto bersama KTP, dan NIK pemilik akun di mitra resmi pembayaran," jelas Panji.
(Kompas.com/ Muhammad Idris) (TribunMataram.com/ Asytari Fauziah)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tuai Kritik, Belajar Instal Windows Bayar Rp 260.000 di Kartu Prakerja