TRIBUN WIKI

Sering Disajikan saat Syukuran, Inilah Asal Usul dan Makna Nasi Tumpeng

Tumpeng merupakan singkatan dari kalimat Bahasa Jawa ‘yen metu kudu mempeng’ yang memiliki arti 'ketika keluar harus sungguh-sungguh semangat'.

Editor: Dewi Haryati
Instagram/arfa.food
Ilustrasi nasi tumpeng 

TRIBUNBATAM.id - Saat mengadakan syukuran, biasanya nasi tumpeng selalu dihidangkan sebagai salah satu hidangan wajib.

Nasi tumpeng merupakan satu di antara banyaknya ikon kuliner Nusantara.

Nasi berbentuk kerucut ini disajikan dalam nampan besar dan bulat yang terbuat dari anyaman bambu.

Biasanya, nasi ini akan ditemani dengan beberapa lauk pauk pelengkap seperti ayam, telur, tempe, tahu, urap, dan masih banyak lagi.

Nasi tumpeng identik dengan kebudayaan masyarakat Jawa ketika perayaan suatu peristiwa penting atau kenduri.

Arti kata Tumpeng

Tumpeng merupakan singkatan dari kalimat Bahasa Jawa ‘yen metu kudu mempeng’ yang memiliki arti 'ketika keluar harus sungguh-sungguh semangat'.

Tak heran jika nasi tumpeng dari dulu hingga saat ini sering dijadikan hidangan dalam suatu perayaan yang memiliki makna ucapan syukur ataupun kebahagiaan.

Sebab, makna tumpeng sendiri adalah baik, yakni ketika terlahir manusia harus menjalani kehidupan di jalan Tuhan dengan semangat, yakin, fokus, dan tidak mudah putus asa.

Umumnya, proses pemotongan ujung kerucut nasi tumpeng diawali dengan mengucapkan rasa syukur.

Selanjutnya nasi tumpeng dipotong dan diserahkan untuk orang yang dihormati sebagai wujud penghormatan, barulah setelah itu nasi tumpeng disantap bersama-sama.

Upacara potong tumpeng ini melambangkan rasa syukur kepada Tuhan dan sekaligus ungkapan atau ajaran hidup mengenai kebersamaan dan kerukunan.

Asal Usul

Pada awalnya, nasi tumpeng dibuat untuk memuliakan gunung sebagai tempat bersemayam para arwah leluhur (nenek moyang).

Sebab tumpeng erat kaitannya dengan keadaan alam Indonesia yang banyak dipenuhi gunung berapi.

Kehadiran nasi tumpeng yakni sebagai perwujudan rasa terima kasih pada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Bentuk kerucut merepresentasikan konsep ketuhanan dengan sesuatu yang besar dan tinggi, dan berada di puncak.

Selain itu, bentuk yang menjulang ke atas juga menyimbolkan harapan agar tingkat kehidupan manusia semakin ‘tinggi’ atau sejahtera.

Nasi kerucut ditata di atas tampah yang beralaskan daun pisang, disertai lauk-pauk berjumlah tujuh macam.

Angka tujuh dalam bahasa Jawa berarti pitu yang berarti pitulungan (pertolongan). 

Makna

1. Nasi putih

Dahulu, nasi tumpeng dibuat dari nasi putih.

Sementara saat ini tumpeng sudah memiliki variasi tertentu, mulai dari nasi uduk hingga nasi kuning.

Nasi putih yang berbentuk kerucut melambangkan sesuatu yang kita makan harusnya berasal dari sumber yang bersih dan halal.

2. Ayam

Ayam yang biasa digunakan pada nasi tumpeng adalah ayam jantan atau ayam jago.

Pemilihan ayam jago juga mempunyai makna menghindari sifat-sifat buruk ayam jago, seperti sombong, congkak, selalu menyela ketika berbicara, dan selalu merasa benar sendiri.

3. Ikan Lele

Tak hanya ayam, sebenarnya nasi tumpeng juga dilengkapi dengan ikan lele. 

Ikan lele menjadi simbol dari ketabahan dan keuletan dalam hidup.

Sebab ikan lele mampu bertahan hidup di air yang tidak mengalir dan di dasar sungai.

4. Ikan teri

Ikan teri juga biasa disajikan dalam hidangan nasi tumpeng.

Ikan teri dalam nasi tumpeng memiliki makna kebersamaan dan kerukunan, sebab ikan teri selalu hidup bergerombol di dalam laut.

5. Telur

Telur juga menjadi lauk pauk penting dan memiliki makna yang dalam pada nasi tumpeng.

Telur menjadi perlambang jika manusia diciptakan dengan fitrah yang sama.

Telur yang biasa digunakan biasanya telur rebus yang dipindang dan disajikan utuh dengan kulitnya.

Hal ini melambangkan, bahwa semua tindakan harus direncanakan terlebih dahulu (dikupas), dikerjakan sesuai rencana dan dievaluasi untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

6. Sayur Urab

Sayur urab biasanya terdiri dari kangkung, bayam, kacang panjang, taoge, dengan bumbu urab yang terbuat dari sambal parutan kelapa.

Sayuran ini melambangkan banyak makna, kangkung berarti jinangkung yang berarti melindungi.

Bayam dapat diartikan dengan ayem tentrem.

Taoge atau kecambah berarti tumbuh.

Kacang panjang dapat diartikan sebagai pemikiran yang jauh ke depan.

Sedangkan bawang merah berarti mempertimbangan segala sesuatu dengan matang.

Terakhir adalah bumbu urap yang berarti urip atau hidup atau mampu menghidupi (menafkahi) keluarga.

7. Cabe Merah

Hiasan cabe merah yang berbentuk kelopak bunga ini biasanya diletakkan di bagian atas nasi tumpeng.

Hiasan cabe melembangkan api yang memberikan penerangan bermanfaat bagi orang lain. 

Macam Tumpeng

1. Tumpeng Megana

Tumpeng Megana dibuat untuk merayakan suatu kelahiran.

Dibuat dari nasi putih yang melambangkan kesucian dan sayur-mayur yang melambangkan pengharapan serta doa bagi kehidupan sang anak kelak.

2. Tumpeng Punar

Tumpeng Punar dibuat untuk mengekspresikan rasa syukur dan kegembiraan.

Nasi yang digunakan dalam tumpeng ini berwarna kuning, sedangkan lauk pauknya berupa kedelai goreng, abon dan kering tempe.

3. Tumpeng Robyong 

Pada keempat titik jenis tumpeng ini terdapat lidi yang disulut kapas dan diberi minyak, yang kemudian dibakar. 

Tumpeng Robyong biasanya disajikan pada acara besar, seperti musim panen, mengusir penyakit atau meminta hujan.

Pada bagian puncak tumpeng, biasanya ditusukkan telur ayam, terasi, bawang merah dan cabai.

4. Tumpeng Pungkur

Tumpeng Pungkur menggunakan nasi putih yang dicetak setengah, kemudian dibelah dua secara vertikal dan dipasang terbalik.

Tumpeng pungkur biasanya disajikan khusus untuk acara kematian.

5. Tumpeng Kapuranto

Tumpeng Pungkur menggunakan nasi berwarna biru yang diwarnai dengan daun bunga telang. 

Jenis tumpeng yang menjadi lambang permintaan maaf ini menggunakan tujuh macam lauk.

6. Tumpeng Kendit

Tumpeng Kendit adalah tumpeng berwarna putih dan kuning yang melingkari dua pertiga dari puncaknya.

Jenis tumpeng ini disajikan untuk menandakan orang tersebut sudah terbebas dari suatu kesulitan.

7. Tumpeng Ponco Warno

Tumpeng Ponco Warno terdiri dari enam warna, yakni merah, kuning, hitam, putih, biru dan hijau.

Warna-warna tersebut sebagai perlambang warna yang ada di seluruh alam di dunia, termasuk alam gaib yang dipercaya Suku Jawa.

Jenis tumpeng ini bertujuan untuk keselarasan antara alam gaib dan alam nyata.

8. Tumpeng Asrep-asrepan 

Tumpeng Asrep-asrepan menggunakan nasi putih dengan sayuran yang direbus.

Tumpeng ini dibuat jika kita menginginkan situasi atau kondisi yang tenang.

9. Tumpeng Tumbuk

Tumpeng Tumbuk biasanya disajikan pada saat ulang tahun ke-64.

Orang yang sudah mencapai usia 64 tahun, dianggap telah melebih usia Nabi Muhammad SAW waktu wafat, sehingga ulang tahun ini dianggap spesial.

Jenis tumpeng ini biasanya dihias dengan kepangan kacang panjang dari puncak ke dasar, yang melambangkan umur panjang.

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul 'Nasi Tumpeng'.

Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved