Sabtu, 18 April 2026

China vs India Memanas, Kerahkan Ribuan Tentara ke Perbatasan

Tensi hubungan India dengan China makin memanas setelah tentara kedua negara terlibat baku pukul di dua titik garis perbatasan tidak resmi kedua negar

|
South China Morning Post
Ilustrasi tentara China 

TRIBUNBATAM,id, INDIA - Tensi hubungan India dengan China makin memanas setelah tentara kedua negara terlibat baku pukul di dua titik garis perbatasan tidak resmi kedua negara yang disebut Line of Actual Control (LAC).

Pertikaian Baku pukul pertama terjadi di Ladakh Timur pada 5-6 Mei dan yang kedua terjadi di Naku La, Sikkim, pada 9 Mei. 

Aksi baku pukul (tanpa memakai senjata api, sebagaimana lazimnya tentara berperang) antara tentara kedua negara meningkat saat musim panas.

Saat salju mencair, terjadi peningkatan pergerakan pasukan, jalan dan lintasan dibersihkan dan terjadi pembangunan jalan.
Sengketa perbatasan India-China mencakup LAC sepanjang 3.488 km.

Terbaru India maupun China saling memperkuat pasukan di perbatasan kedua negara.

China menuduh India "melanggar dan membangun fasilitas pertahanan secara ilegal" di wilayah Lembah Galwan yang terletak di wilayah Aksai Chin yang diperebutkan.

Corong pemerintah China, Global Times mengatakan bahwa Tiongkok kini telah "meningkatkan langkah-langkah pengendalian" melintasi perbatasan Indo-China di Ladakh.

Menurut sumber-sumber militer Cina yang dikutip oleh kantor berita, India telah "membangun benteng pertahanan dan rintangan untuk mengganggu kegiatan patroli normal pasukan pertahanan perbatasan China".

Global Times juga melaporkan bahwa Beijing kemungkinan akan menempatkan helikopter pengintai tak berawak pertama yang dikembangkan secara domestik di sepanjang perbatasan.

Namun India menolak klaim China dan menegaskan pembangunan jalan yang dipersoalkan tu berada di dalam wilayah India dan jauh dari klaim China.

"Pendirian India adalah bahwa seperti halnya orang China telah membangun jalan di daerah yang mereka kuasai, kami dapat melakukannya di pihak kami," kata sumber pemerintah.

Informasi terbaru, ada hampir 10.000 tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) menerobos masuk ke wilayah India.

China juga dikabarkan menolak permintaan India untuk melakukan pertemuan untuk menyelesaikan situasi tersebut

Surat kabar lokal melaporkan, situasi yang paling mengkhawatirkan adalah di lembah Galwan, dimana PLA telah melintasi garis klaim China sendiri dan menerobos masuk 3-4 kilometer ke wilayah India.

"Pasukan PLA sedang menggali pertahanan untuk memperlengkapi diri menghadapi serangan India," tulis laporan tersebut seperti dilansir Thekashmirwalla, Selasa (26/5/2020).

Sebuah situs pertahanan China mengklaim bahwa seluruh lembah Sungai Galwan adalah bagian dari China.

"Lembah Galwan adalah wilayah China dan situasi kontrol lokal sangat jelas," tulis web tersebut.

Menurut laporan ini, Tiongkok secara sistematis telah mengikis status Galwan mulai tahun 1965, diikuti klaim resmi pada 1960 dan kemudian oleh aksi militer selama perang 1962.

Sebelumnya, surat kabar itu melaporkan bahwa pada 5 Mei, sekitar 5.000 tentara China menyeberang ke lembah Sungai Galwan, diikuti dengan serangan lain dalam jumlah yang sama ke sektor Danau Pangong pada 12 Mei. Secara bersamaan ada serangan kecil di dekat Demchok, di Ladakh Selatan dan di Naku La di Sikkim Utara.

Empat hari setelah intrusi Galwan, intrusi kedua China dimulai pada 9 Mei di Naku La, di Sikkim utara, juga melintasi perbatasan Sikkim-Tibet yang sudah mapan. Sekitar 200 tentara China menduduki wilayah India, tetapi sekarang telah mundur ke wilayah China dan telah mendirikan tenda.

Dalam intrusi ketiga, yang terjadi di dekat Danau Pangong pada 12-13 Mei, ribuan tentara China menduduki wilayah yang disengketakan antara Finger 8 dan Finger 4. Pada 18 Mei, China telah mengambil alih apa yang disebut Finger Heights.

“Walaupun gangguan ini tidak masuk ke wilayah yang sebelumnya diakui Beijing sebagai India, sekarang ada - untuk pertama kalinya - bendera Tiongkok yang berkibar di atas bukit menampilkan fitur yang menghadap ke danau. Apa yang disebut Dhan Singh Post di India, yang dibangun setelah perang 1962, adalah pos India terakhir yang berdiri di sektor itu, ” kata laporan itu.

Tentara India dikabarkan lambat bereaksi. Pasukan India telah dikerahkan di sekitar serangan PLA, tetapi tidak ada upaya untuk mengungguli posisi China. Selain itu, satu atau dua brigade tentara India telah mulai bergerak ke daerah itu selama 2-3 hari terakhir.

Informasi terbaru, India menegaskan tidak menghentikan pembangunan jalan di sisinya Line of Actual Control (LAC) di wilayah Ladakh, sumber utama mengatakan kepada India Today TV.

Keputusan ini diambil dalam pertemuan yang diketuai oleh Menteri Pertahanan Rajnath Singh dengan tiga pejabat senior untuk membahas ketegangan di Ladakh.

"Diskusi berlangsung selama lebih dari satu jam di mana menteri diberi penjelasan tentang tanggapan India dalam menyamai mobilisasi pasukan China," kata seorang sumber.

Diputuskan bahwa sementara resolusi untuk situasi saat ini akan datang melalui pembicaraan dan intervensi diplomatik, militer India harus terus berpegang pada klaimnya atas wilayah tersebut.

Sumber mengatakan, pembangunan jalan yang membuat China gusar, harus terus berlanjut.

Pertahanan India dan penempatan pasukan harus seimbang dengan mobilisasi tentara China. Bukan hanya Ladakh, tapi di beberapa tempat yang disengketakan di LAC, India terus mengawasi pergerakan pasukan China.

Dalam dua kali pertemuan langsung tentara India dan China, pejabat India mengungkap fakta mengejutkan tentara China PLA melakukan praktik tidak etis.

Dalam baku pukul di Daerah danau Pangong Tso di timur Ladakh, tentara Tiongkok dilaporkan menggunakan tongkat, tongkat pemukul dengan kawat berduri untuk menyerang pasukan keamanan India.

“Pasukan Tiongkok dipersenjatai dengan batu dan pentungan kawat berduri untuk menargetkan tentara India di daerah dekat danau Pangong Tso selama pertempuran baru-baru ini,” sumber atas mengkonfirmasi perkembangan ke India Today.

"Selama pertarungan, mereka [tentara Tiongkok] menyerang tentara kami dengan tongkat kawat berduri untuk menyebabkan mereka cedera tetapi pihak India membalas dengan jumlah yang sama meskipun kalah jumlah," kata sumber itu.

Sumber menambahkan bahwa China menggunakan strategi lama mereka menggunakan sejumlah besar pasukan untuk menyerang tentara India, tetapi tindakan mereka menunjukkan wajah "Tentara Pembebasan Rakyat" yang tidak etis dan tidak profesional. (india today) 


Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul India China Memanas, Saling Kerahkan Ribuan Tentara ke Perbatasan, Perang India China Meletus?

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved