BATAM TERKINI

Jaga Ketersediaan Air Tetap Melimpah hingga 2045, BP Batam Ingatkan Masyarakat Hemat Air

BP Batam mengingatkan masyarakat untuk hemat penggunaan air. Sebab 2 tahun terakhir curah hujan di Batam kurang dari 2000 mm per tahun

TRIBUNBATAM.ID/HENING SEKAR UTAMI
Manajer Bendungan dan Air Baku BP Batam, Hadjad Widagdo (kanan) dan Manajer Pengolahan Limbah dan Lingkungan, Iyus Rusmana (kiri) menyampaikan presentasi terkait IPAL dan ketersediaan air baku, Selasa (26/5/2020). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Air merupakan salah satu kebutuhan sumber daya alam yang paling utama bagi manusia. Hampir seluruh kegiatan dalam kehidupan manusia membutuhkan air, yakni aktivitas pangan, rumah tangga, hingga perindustrian.

Namun, di tengah kebutuhan yang kian meningkat, ketersediaan air di enam waduk Kota Batam saat ini jumlahnya semakin menipis. Salah satu penyebab berkurangnya ketersediaan air baku di waduk-waduk ini ialah akibat curah hujan yang semakin berkurang intensitasnya.

Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Binsar Tambunan menyatakan, sumber air di Kota Batam untuk saat ini, hanya bergantung pada air hujan saja. Sementara itu, menurut perhitungan, intensitas curah hujan yang turun selama bulan April-Mei ini berkurang dari umumnya di atas 2000 mm per tahun, menjadi di bawah angka tersebut.

"Air hujan yang jatuh di Batam dulu di atas 2000 mm per tahun, sama dengan Bogor yang Kota Hujan. Nah, sudah dua tahun ini, curah hujan di Batam hanya di bawah 2000 mm per tahun, sehingga menurun," ujar Binsar.

Air hujan yang turun itu kemudian ditampung pada daerah tangkapan air, seperti drainase dan punggung bukit, lalu mengalir ke enam waduk yang ada di seluruh Kota Batam. Adapun enam waduk yang menampung air tersebut adalah waduk Sei Harapan, Mukakuning, Sei Ladi, Tembesi, Duriangkang, dan Nongsa.

 Menjaga Kesehatan Mental, Kenali Manfaat Yoga untuk Tubuh

 Butuh Biaya Besar, Kadin Kepri Minta Keringanan Pajak Terkait Penerapan New Normal

Oleh karena sangat bergantung pada waduk yang menampung air hujan sebagai sumber air, Binsar menambahkan, bahwa masyarakat Kota Batam wajib bersama-sama menjaga kondisi sekitar waduk dan daerah tangkapan air tersebut.

"Kita harus menjaga daerah tangkapan airnya, bendungannya, dan hutannya dari sampah dan limbah, serta dari BP Batam sendiri akan melakukan upaya penghijauan, pemagaran, dan penjagaan area sekitar waduk," ujar Binsar.

Keenam bendungan tersebut menjadi satu-satunya sumber air yang memenuhi kebutuhan sekitar 1,3 juta jiwa, dan 24 kawasan industri. Sementara itu, Manajer Bendungan dan Air Baku BP Batam, Hadjad Widagdo, juga menilai bahwa penggunaan air oleh masyarakat di Kota Batam masih tergolong boros yaitu 200 liter per orang per hari.

"Air yang dibutuhkan itu sangat boros kalau di Batam, yaitu 200 liter per orang per hari, sedangkan rata-rata perkotaan di Indonesia hanya 144 liter per orang per hari," tambah Hajad.

Untuk itu, pihak Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, berpesan kepada masyarakat, agar senantiasa menjaga kondisi kebersihan di area sekitar waduk, serta selalu hemat dalam menggunakan air. Hal ini diterapkan agar kelangsungan ketersediaan air di Kota Batam tetap melimpah, setidaknya sampai tahun 2045.

Halaman
1234
Penulis: Hening Sekar Utami
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved