WHO Hentikan Uji Coba Obat Anti Malaria, Hydroxychloroquine yang Pernah Diminum Trump

Obat malaria yang pernah diminum Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dilarang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

AP/time.com
UJI COBA - Peneliti AS temukan Vaksin Virus Corona yang diberi kode mRNA-1273. Vaksin ini tengah diujicobakan kepada 45 relawan, satu di antaranya Jennifer Haller (43), ibu dua anak. 

TRIBUNBATAM.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menghentikan sementara uji coba obat malaria hydroxychloroquine pada pasien Covid-19 karena masalah keamanan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, di Jenewa, Swiss, pada Senin (25/5/2020) waktu setempat sebagaimana diberitakan Kompas.com.

"Kelompok eksekutif telah menghentikan sementara pengujian hydroxychloroquine dalam uji coba Solidaritas.

Sedangkan data keselamatan ditinjau oleh dewan pemantauan keamanan data," ujar Tedros, seperti dikutip dari Associated Press.

Sebelumnya, Hydroxycholoroquine telah dipuji oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai pengobatan yang mungkin menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh virus Corona itu.

Jika Nantinya Vaksin Corona Ditemukan, Amerika Serikat Berjanji akan Distribusikan ke Seluruh Dunia

JOKOWI dan TRUMP - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Donald Trump.
JOKOWI dan TRUMP - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Donald Trump. (Twitter/Jokowi)

Trump juga sempat mengaku sudah menggunakan obat itu untuk membantu mencegah infeksi Covid-19.

WHO sebelumnya merekomendasikan untuk tidak menggunakan hydroxychloroquine dalam mengobati atau mencegah infeksi virus Corona, kecuali sebagai bagian dari uji klinis.

Sebuah studi sebelumnya terhadap lebih dari 300 pasien pria di pusat-pusat medis Administrasi Kesehatan Veteran di seluruh negeri juga menemukan tingkat kematian yang lebih tinggi pada mereka yang menggunakan hydroxychloroquine. (Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Sempat Digunakan Trump, WHO Hentikan Uji Coba Hydroxychloroquine Untuk Pasien Covid-19.

Editor: Thom Limahekin
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved