Penyanyi Italia, Andrea Bocelli Ungkap Pengalaman Terpapar Covid-19
Setelah menjalani masa pemulihan dari Covid-19 yang dideritanya, Andrea Bocelli ungkap pengalamannya terpapar virus Corona.
TRIBUNBATAM.id, ITALIA - Penyanyi tenor Italia, Andrea Bocelli pada Selasa (26/5) mengaku dirinya terinfeksi virus Corona namun telah menjalani pemulihan.
Dia mengungkapkan pengalamannya terinfeksi virus itu sebagai sebuah mimpi buruk.
Dilansir AFP, Bocelli yang telah mengalami kebutaan sejak usia 12 itu melakukan tindakan sukarela.
Dia membangkitkan semangat warga Italia pada saat pandemi dengan bernyanyi sendirian tanpa penonton di Duomo Milan pada 12 April lalu.
Sebulan selepas konser tunggalnya itu, p ria yang kini sudah berusia 61 tahun itu mengaku terjangkit virus Corona.
• Ada Pembatasan Wisatawan Asing, Ini Protokol New Normal Italia Untuk Perjalanan Internasional
"Itu merupakan sebuah tragedi,
seluruh keluarga saya terpapar (virus)," ujarnya pada jurnalis di Rumah Sakit di Pisa,
di mana dia dan istrinya mendonasikan plasma darah mereka untuk penelitian Covid-19.
Plasma darah itu akan digunakan para ilmuwan untuk mengembangkan perawatan terhadap pasien virus corona.
"Kami semua mengalami demam, meski untungnya bukan demam tinggi,
kami bersin-bersin dan batuk-batuk," ujar Bocelli.
"Saya harus membatalkan banyak konser,
itu seperti mimpi buruk yang nyata karena saya merasakan seakan-akan saya tidak bisa lagi mengendalikan apa pun.
• Dianggap Terlalu Cepat Longgarkan Lockdown, Jumlah Kasus Covid-19 di Italia Melonjak Lagi
Saya selalu berharap bisa bangun lagi kapan pun," ujar Bocelli menuturkan pengalamannya selama sakit.
Penyanyi yang sudah menjual lebih dari 90 juta rekaman di seluruh dunia, mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhan.
Karena dia bukan politisi yang harus ambil keputusan.
Namun, dia merasa ada terlalu banyak kegelisahan tentang Covid-19 di Italia meski kini di negara itu krisis puncak wabah sudah berlalu.
Sebelumnya, diketahui bahwa Andrea Bocelli telah melakukan penampilan solo yang disiarkan langsung dari Katedral Duomo di Milan pada Minggu Paskah (12/4) silam.
Dia menyanyi di dalam katedral yang kosong dari pengunjung.
Acara itu disiarkan sebagai dukungan bagi para warga Italia dan seluruh dunia selama wabah berlangsung.
"Pada hari di mana kita merayakan kepercayaan dalam kehidupan yang menang,
saya merasa terhormat dan dengan senang hati menjawab sì (ya),
atas undangan kota dan Duomo dari Milan," kata penyanyi itu di awal siaran langsung.
• Usai Longgarkan Lockdown Akibat Covid-19, Pantai dan Kafe di Italia Dipadati Pengunjung
"Saya percaya pada kekuatan berdoa bersama.
Saya percaya pada Paskah Kristen,
simbol universal kelahiran kembali yang semua orang,
entah mereka percaya atau tidak, benar-benar membutuhkan saat ini."
Dia juga menambahkan, "Berkat musik, disiarkan secara langsung,
menyatukan jutaan tangan yang digenggam di mana-mana di dunia,
kita akan memeluk hati Bumi yang berdenyut penuh luka ini,
usaha internasional yang luar biasa ini yang menjadi alasan kebanggaan Italia." (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: "Penyanyi Andrea Bocelli Ungkap Pengalamannya Menderita Covid-19"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2705_italia_andrea-brocelli.jpg)