Breaking News:

Deretan Kebijakan Pemprov DKI Jakarta Tangani Covid-19 Sejak Januari: Bulan Maret Paling Banyak

Dalam kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan, Pemprov DKI Jakarta telah membuat sejumlah kebijakan.

Editor: Anne Maria
Tribunnews/Herudin
Ilustrasi: Warga mengantre dengan menerapkan physical distancing (jarak fisik) saat akan mengambil paket takjil gratis di Cempaka Putih Tengah, Jakarta, Selasa (12/5/2020). Sebanyak 400 hingga 600 paket takjil yang diadakan atas patisipasi masyarakat diberikan kepada warga yang membutuhkan dan yang terdampak Covid-19 dengan menerapkan antrean jarak fisik. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan berbagai kebijakan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Hal serupa pun ikut dilakukan oleh sejumlah Pemerintah Daerah (Pemda) lainnya saat virus Corona mulai muncul di Tanah Air.

Dalam kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan, Pemprov DKI Jakarta telah membuat sejumlah kebijakan.

Di antaranya mulai dari Kewaspadaan terhadap Pneumonia Novel Coronavirus (nCoV), pembentukan Tim Tanggap Covid-19 sampai pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Penelusuran Tribunnews.com, kebijakan dan riwayat penanganan paling menonjol adalah pada Maret, dibanding jumlah kebijakan bulan-bulan lainnya.  

EMAS ANTAM HARI INI - Turun Rp 1.000 Menjadi Rp 908.000 per gram

UPDATE Data Corona di Sumbar, Kamis (28/5), Bertambah 4, Total 541, Sembuh 244, Meninggal 25

Adapun sejak Covid-19 menjadi pandemi dan mewabah di berbagai daerah di Indonesia, Jakarta menjadi daerah paling banyak dijumpai kasus infeksi.

Bahkan juga mencatatkan jumlah kematian  terbanyak di antara daerah-daerah lainnya.

Data yang dihimpun dari covid19ppni.id, pada Kamis (28/5/2020) siang ini, total kasus Covid-19 di DKI mencapai 6.895 kasus.

Lalu jumlah pasien sembuh sebanyak 1.682 sementara total 509 warga meninggal dunia.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved