Detik-detik Penangkapan ‎Ruslan Buton, Pecatan TNI yang Viral Karena Minta Jokowi Legowo Mundur

Kapolda Sultra, Irjen Merdisyam menceritakan kronologis penangkapan Ruslan.

Kolase Tribun Timur/Youtube dan Kompas
Profil dan Biodata Ruslan Buton (kiri), mantan Anggota TNI AD yang Minta Jokowi Mundur 

TRIBUNBATAM.id, BUTON- Ruslan alias Ruslan Buton sempat viral beberapa waktu lalu karena rekaman suaranya meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) legowo untuk mundur di tengah pandemi Covid-19 beredar luas.

Ia pun harus berhadapan dengan hukum setelah video berisi rekaman suaranya tersebut viral di media sosial.

Pecatan anggota TNI itu ditangkap oleh tim gabungan Satgassus Merah Putih bersama Polda Sulawesi Tenggara, dan Polres Buton pada Kamis (28/5/2020) pukul 10.30 waktu setempat.

Pria itu ditangkap di Jalan Poros, Pasar Wajo Wasuba Dusun Lacupea, Desa Wabula 1, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara pada Kamis (28/5/2020) kemarin, Ruslan ‎sama sekali tidak melawan.

"Yang bersangkutan kooperatif ketika diamankan," terang Merdisyam saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (29/5/2020).

Fakta & Kronologi Penangkapan Ruslan Buton, Eks Kapten TNI AD yang Minta Jokowi Mundur

Viral Video Ayah Tak Kuat Lagi Beli Susu, Antar 2 Anaknnya dan Serahkan ke Petugas PSBB

Rekam Jejak Ruslan Buton Eks Anggota TNI yang Minta Jokowi Mundur & Kini Ditangkap Polisi

MASIH di Rusun Tanjung Uncang Batam, 293 TKI dari Malaysia Belum Bisa Dipulangkan ke Daerah Asal

Merdisyam melanjutkan Ruslan Buton kini dalam perjalanan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri karena kasus tersebut ditangani oleh Bareskrim.

"Kami di Polda hanya membantu dalam penangkapan saja. Kasus ditangani Mabes Polri," tambahnya.

‎Terpisah Kabid Humas Polda Sultra AKBP Ferry Walintukan menjelaskan ‎dalam penangkapan itu, tim menyita sebuah telepon genggam beserta SIM card dan satu kartu tanda penduduk (KTP) milik Ruslan Buton.

Dari hasil pemeriksaan awal pelaku mengaku rekaman suara yang meminta Presiden Jokowi mundur itu adalah benar suaranya sendiri.

“Rekaman dibuat tanggal 18 Mei 2020, direkam menggunakan barang bukti (telepon genggam) milik pelaku,” singkat Ferry.

Usai merekam suara pelaku kemudian menyebarkannya ke grup WhatsApp (WA) Serdadu Eks Trimatra hingga akhirnya viral. Kini kasus ditangani Mabes Polri, sementara Polda Sultra dan jajaran hanya mendampingi penangkapan.

Halaman
1234
Editor: Anne Maria
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved