Prajurit TNI yang Ditembak saat Berduaan di Kamar dengan Istri Bripka Polisi Meninggal

Serda Hasanuddin ditembak saat lagi berduaan dengan istri polisi di kamar rumah. Isu perselingkuhan mewarnai insiden tersebut.

TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO dan The Canadian Jewish News
Ilustrasi. (TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO dan The Canadian Jewish News) 

TRIBUNBATAM.id, MAKASSAR - Prajurit TNI Kodim 1425/Jeneonto Serda Hasanuddin (45) akhirnya meninggal dunia.

Serda Hasanuddin sempat dirawat di rumah sakit setelah tidak sadarkan diri selama beberapa pekan usai terkena tembakan Bripka Herman (47).

Serda Hasanuddin ditembak saat lagi berduaan dengan istri polisi di kamar rumah. Isu perselingkuhan mewarnai insiden tersebut.

Serda Hasanuddin merupakan anggota Kodim 1425 Jeneponto.

Semasa hidupnya Hasanuddin menjabat Babinsa di Desa Jombe, Kecamatan Turateta, Kabupaten Jeneponto.

Kapendam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Maskun Nafik yang dihubungi via whatsApp membenarkan kabar duka tersebut.

"Tadi meninggal sekira pukul 12.05 wita." kata mantan Dandim Sinjai ini.

Hasanuddin ditembak gegara diduga selingkuh dengan istri Herman di rumah pelaku di BTN Syeh Yusuf Kolakolasa, Jl Sungai Kelara, Keluhan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Kamis (14/5/2020) malam.

Saat itu Hasanuddin mengalami luka tembak di dada sebelah kanan, lutut kiri dan lutut kanan.

Saat itu Herman emosi mendapati istrinya bersama Hasanuddin di dalam kamar.

Halaman
1234
Editor: Aminudin
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved